Analis MotoGP Ungkap Kelemahan Jack Miller dalam Mengelola Ban
Jack Miller
Berita MotoGP: Performa Jack Miller pada seri pembuka MotoGP 2026 di Thailand menuai sorotan. Pakar teknis MotoGP menilai manajemen ban menjadi salah satu kelemahan utama pembalap asal Australia tersebut.
Jack Miller mengalami akhir pekan yang sulit pada seri pembuka MotoGP 2026 di Thailand. Pembalap Pramac Yamaha itu gagal menunjukkan performa kompetitif dan finis jauh dari posisi depan.
Hasil tersebut kemudian menjadi sorotan sejumlah pengamat MotoGP. Salah satunya adalah pakar teknis MotoGP, Peter Bom, yang menilai kelemahan Miller terletak pada kemampuannya mengelola kondisi ban sepanjang balapan.
Dalam sebuah diskusi di podcast Oxley Bom MotoGP, Bom menjelaskan bahwa kondisi lintasan di Sirkuit Chang International, Buriram, membuat banyak pembalap kesulitan menjaga performa ban, terutama ban belakang.
Menurutnya, beberapa pembalap mampu beradaptasi dengan kondisi tersebut. Namun Miller justru mengalami kesulitan ketika ban mulai mengalami penurunan performa.
"Jack memang sangat baik dalam banyak aspek, tetapi dia tidak terlalu bagus dalam menjaga performa ban dalam jangka panjang atau tetap cepat ketika ban sudah aus," ujar Bom.
Masalah tersebut membuat Miller kehilangan daya saing saat balapan berlangsung. Ia bahkan menjadi pembalap Yamaha terakhir yang menyentuh garis finis di Thailand.
Dalam balapan tersebut, Miller hanya mampu finis di posisi kedua dari belakang di antara pembalap yang berhasil menyelesaikan lomba. Ia hanya unggul dari Michele Pirro yang turun sebagai pembalap pengganti di tim Gresini.
Sementara itu, rekan setimnya di Yamaha masih mampu mencatat hasil yang sedikit lebih baik. Fabio Quartararo menjadi pembalap Yamaha terbaik dengan finis di posisi ke-14, diikuti Alex Rins di belakangnya.
Miller sendiri sebenarnya dikenal sebagai salah satu pembalap paling berpengalaman di grid MotoGP saat ini. Ia juga memiliki reputasi baik dalam membantu pengembangan motor.
Pengalamannya mengendarai berbagai motor dari beberapa pabrikan membuat Yamaha cukup mengandalkan masukan teknis dari pembalap berusia 31 tahun tersebut.
Bahkan Miller juga berperan membantu adaptasi rekan setimnya, Toprak Razgatlioglu, yang menjalani musim debut di MotoGP.
Meski performanya di lintasan masih belum stabil, kontribusi Jack Miller dalam pengembangan motor Yamaha tetap dianggap penting, terutama saat pabrikan Jepang tersebut sedang berusaha membangun kembali daya saing motor M1 di MotoGP.
Artikel Tag: yamaha, Jack Miller, MotoGP Thailand, MotoGP 2026