Aleix Espargaro Akui Menyesal Pernah Tampar Franco Morbidelli
Franco Morbidelli dan Aleix Espargaro
Berita MotoGP - Aleix Espargaro akhirnya mengungkap penyesalan terdalamnya atas insiden yang melibatkan Franco Morbidelli pada MotoGP Qatar 2023. Mantan pembalap Aprilia itu bahkan menyebut tindakannya sebagai salah satu kesalahan terbesar dalam hidup yang masih membebaninya hingga sekarang.
Aleix Espargaro kembali mengenang salah satu momen paling kontroversial sepanjang kariernya di MotoGP. Pembalap yang kini berperan sebagai test rider Honda itu mengaku masih sangat menyesali aksinya menampar Franco Morbidelli pada MotoGP Qatar 2023.
Insiden tersebut terjadi saat sesi latihan bebas kedua. Espargaro merasa lajunya terhambat oleh Morbidelli yang saat itu masih membela Yamaha. Emosinya memuncak hingga ia mendekati Morbidelli pada putaran pendinginan dan memukul bagian helm rivalnya.
Aksi tersebut langsung menuai sorotan besar di paddock MotoGP. Race Direction kemudian menjatuhkan hukuman berupa penalti turun enam posisi di grid serta denda sebesar 10.000 euro. Peristiwa itu juga memperburuk hubungan Espargaro dan Morbidelli yang beberapa kali kembali bersitegang pada musim-musim berikutnya.
Dalam wawancara di kanal YouTube CAFE DE FINCA, Espargaro mengakui bahwa dirinya tidak bangga dengan tindakan tersebut.
"Salah satu kesalahan terbesar dalam hidup saya adalah memarahi tim Aprilia di depan kamera dan menampar Morbidelli. Saya benar-benar sangat menyesali hal itu," kata Espargaro.
"Setiap kali ada rekan setim yang mengalami cedera, saya selalu berusaha membantu semampu saya. Saya orang yang terbuka dan terus terang. Itu bisa menjadi kelebihan, tetapi juga kekurangan."
Espargaro menjelaskan bahwa tekanan saat membalap sering kali membuat seorang pembalap kehilangan kendali emosi. Menurutnya, kondisi fisik dan mental di atas motor sangat berbeda dibandingkan ketika seseorang hanya menyaksikan balapan dari rumah.
"Banyak orang menonton dari sofa lalu berkata, 'Apa yang dia lakukan?' Padahal saat itu detak jantung bisa mencapai 180 denyut per menit sehingga Anda tidak benar-benar berpikir dengan jernih. Ketika melihat tayangan ulangnya, saya langsung sadar bahwa saya telah membuat kesalahan besar."
Penyesalan Espargaro semakin terasa ketika putranya, Max, melihat kembali tayangan insiden tersebut beberapa tahun kemudian. Pertanyaan sederhana dari sang anak membuatnya kehilangan kata-kata.
"Suatu hari tayangan itu muncul lagi dan anak saya bertanya, 'Ayah, kenapa Ayah menampar dia?' Saat itu saya benar-benar merasa hancur. Saya tidak tahu harus menjawab apa."
Pengakuan tersebut sekaligus menjadi refleksi bagi Aleix Espargaro mengenai pentingnya pengendalian emosi dalam dunia balap. Ia bahkan menilai pembalap muda perlu mendapat pendampingan psikolog agar mampu menghadapi tekanan tinggi selama berkompetisi.
Artikel Tag: Aleix Espargaro, Franco Morbidelli, motogp qatar