Mike Burton, Tiga Kali Juara Olimpiade, Meninggal Dunia di Usia 79 Tahun
Mike Burton kemudian dikenal sebagai pelopor latihan jarak jauh untuk meningkatkan daya tahan kardiovaskular dan efisiensi kayuhan. (Foto: AP)
Mike Burton, perenang Amerika Serikat yang tiga kali meraih medali emas Olimpiade, meninggal dunia pada usia 79 tahun.
Kabar tersebut disampaikan putranya, Eric Burton, melalui akun Facebook pada Jumat (18/9).
Burton meninggal setelah menjalani perjuangan panjang melawan Alzheimer dan demensia.
“Ayah saya, Mike Burton, telah meninggal setelah perjuangan berat melawan Alzheimer dan demensia,” tulis Eric.
Ia menyebut sang ayah sebagai sosok yang sangat tangguh dan selalu menginspirasinya untuk meraih prestasi terbaik.
Burton mencatat sejarah pada Olimpiade Meksiko 1968. Meski sedang sakit, ia memenangkan nomor 400 meter gaya bebas setelah bersaing ketat dengan perenang Kanada, Ralph Hutton.
Burton kemudian merebut emas nomor 1.500 meter gaya bebas dengan keunggulan 18 detik atas rekan senegaranya, John Kinsella.
Margin kemenangan tersebut hingga kini belum pernah disamai dalam nomor 1.500 meter putra di Olimpiade.
Empat tahun kemudian di Munich, Burton mempertahankan gelar 1.500 meter dengan catatan rekor dunia 15 menit 52,58 detik.
Prestasi itu diraih setelah sebelumnya ia didiagnosis mengalami kekurangan vitamin dan nyaris gagal masuk tim Amerika Serikat pada seleksi Olimpiade.
Burton tidak lolos nomor 400 meter gaya bebas maupun 200 meter gaya kupu-kupu.
Keberhasilannya mempertahankan gelar di Munich berada di bawah bayang-bayang pencapaian rekan setimnya, Mark Spitz, yang meraih rekor tujuh medali emas.
Sehari setelah perlombaan Burton, serangan teroris di perkampungan atlet menewaskan sejumlah orang. Burton kemudian dipercaya membawa bendera Amerika Serikat pada upacara penutupan.
Kesuksesan Mike Burton di nomor 1.500 meter mengawali rangkaian kejayaan perenang AS. Brian Goodell melanjutkannya dengan meraih emas di Olimpiade Montreal 1976.
Bobby Finke kemudian menyamai pencapaian Burton dengan memenangkan 1.500 meter pada Olimpiade Tokyo 2020 dan Paris 2024. Di Paris, Finke mencatat rekor dunia 14 menit 30,67 detik.
Burton masuk International Swimming Hall of Fame pada 1977. Ia juga menjadi anggota Hall of Fame UCLA setelah meraih lima gelar individu NCAA.
Lahir di Des Moines, Iowa, pada 3 Juli 1947, Burton mulai menekuni renang setelah mengalami kecelakaan saat berusia 12 tahun.
Ia tertabrak truk ketika mengendarai sepeda, dan cedera yang dialaminya membuatnya meninggalkan sepak bola serta bisbol.
Mike Burton kemudian dikenal sebagai pelopor latihan jarak jauh untuk meningkatkan daya tahan kardiovaskular dan efisiensi kayuhan.
Ia juga menjadi pria pertama yang menembus 8 menit 30 detik pada nomor 800 meter gaya bebas.
Program latihan serupa kemudian digunakan perenang Olimpiade empat kali Janet Evans.
Setelah pensiun sebagai atlet, Burton melatih sejumlah tim renang di Iowa, Washington, dan Montana.