Michelle Wie West Kembali Bermain Demi Kenangan Bersama Anak
Turnamen ini menjadi kesempatan terakhir Michelle Wie West menggunakan hak tampil yang diperoleh setelah menjuarai U.S. Women's Open 2014. (Foto: Golf Digest)
Michelle Wie West akan menjalani penampilan terakhirnya di U.S. Women's Open pekan ini.
Namun berbeda dengan masa-masa ketika ia masih aktif memburu gelar, mantan juara major asal Amerika Serikat itu kini memiliki motivasi yang jauh lebih personal: keluarga.
Michelle Wie West kembali ke lapangan untuk tampil di U.S. Women's Open 2026 yang berlangsung di Riviera Country Club, California.
Turnamen ini menjadi kesempatan terakhirnya menggunakan hak tampil yang diperoleh setelah menjuarai U.S. Women's Open 2014.
Kemenangan tersebut memberinya pengecualian bermain selama 10 tahun.
Masa berlaku itu kemudian diperpanjang dua tahun karena cuti melahirkan, sehingga edisi tahun ini menjadi kesempatan terakhir bagi Wie West untuk tampil di kejuaraan major paling bergengsi dalam golf putri tersebut.
Momen tersebut terasa semakin spesial karena Riviera untuk pertama kalinya menjadi tuan rumah major golf putri.
Lapangan ini juga memiliki ikatan emosional dengan keluarganya.
Suaminya, Jonnie West, merupakan putra mendiang legenda basket Amerika Serikat Jerry West yang pernah menjadi anggota Riviera Country Club dan menjabat direktur eksekutif Genesis Invitational.
Meski kembali tampil di panggung besar, Michelle Wie West menegaskan dirinya tidak datang dengan target hasil tertentu.
Fokus utamanya adalah menikmati pengalaman bersama keluarga, terutama putrinya, Makenna, yang kini berusia lima tahun.
Saat Wie West memainkan U.S. Women's Open 2023, yang menjadi turnamen terakhirnya sebelum pensiun, Makenna masih terlalu kecil untuk memahami perjalanan karier sang ibu. Kini situasinya berbeda.
Menurut Wie West, putrinya justru menjadi sosok yang banyak membantunya secara mental menjelang turnamen.
Ia bahkan menyebut Makenna sebagai "psikolog olahraga terbaik" yang pernah dimilikinya.
Michelle Wie West mengaku ingin menerapkan nasihat yang selama ini ia berikan kepada sang anak sebelum bertanding.
Ia selalu menekankan bahwa hasil bukanlah hal terpenting, melainkan usaha maksimal dan sikap positif saat menjalani kompetisi.
Prinsip itu pula yang ingin ia pegang sepanjang pekan ini di Riviera.
Persiapannya menuju turnamen tidak sepenuhnya mulus. Bulan lalu, Wie West menggunakan Mizuho Americas Open sebagai ajang pemanasan.
Namun ia gagal lolos cut setelah mencatat total 18 pukulan di atas par dalam dua putaran.
Meski demikian, hasil tersebut tidak mengubah pendekatannya.
Mantan pegolf yang pernah menjadi pemain termuda yang lolos cut U.S. Women's Open pada usia 13 tahun itu mengaku tidak terlalu memikirkan peluang lolos cut ataupun hasil akhir turnamen.
Sebaliknya, ia lebih menghargai proses yang dijalaninya bersama keluarga selama beberapa bulan terakhir.
Wie West mengatakan dirinya dan Makenna kini sering berbagi cerita sebelum tidur. Ia menceritakan aktivitas latihan yang dijalani saat sang putri berada di sekolah, termasuk tantangan dan kemajuan yang diperolehnya setiap hari.
Percakapan-percakapan sederhana itu membuat hubungan mereka semakin dekat dan memberikan makna baru bagi kembalinya Wie West ke lapangan golf.
Bagi Michelle Wie West, U.S. Women's Open tahun ini bukan sekadar perpisahan dengan salah satu turnamen paling penting dalam kariernya.
Ini juga menjadi kesempatan untuk menunjukkan kepada anak-anaknya nilai kerja keras, ketekunan, dan menikmati setiap perjalanan tanpa terlalu terpaku pada hasil akhir.
Artikel Tag: lpga tour, us women's open