Kanal

Mantan Juara All England Beberkan Penampilan Inkonsisten Dalam Beberapa Tahun Terakhir

Penulis: Yusuf Efendi
23 Mar 2020, 09:00 WIB

Vladimir Ivanov-Ivan Sozonov/[Foto:Badmintoneurope]

Berita Badminton: Pasangan Vladimir Ivanov/Ivan Sozonov selalu menjadi teka-teki. Pada hari mereka dalam performa terbaik, pasangan Rusia itu mampu mengalahkan para pesaing terbaik dunia, namun, penampilan mereka memiliki ketidakpastian yang melekat padanya.

Hal ini telah menjadi sangat nyata selama beberapa tahun terakhir karena mereka selalu berjuang untuk melewati bahkan putaran pembuka turnamen Super 500.

Mempertimbangkan penampilan mereka sejak Piala Sudirman Mei lalu, sebuah even ketika mereka mengalahkan juara Asia, Hiroyuki Endo/Yuta Watanabe, dua game langsung dalam pertandingan antara Rusia vs Jepang.

Setelah mencapai semifinal di Olimpiade Eropa dan Rusia Open, mereka jatuh dalam enam putaran pertama berturut-turut. Bulan-bulan sejak meraih gelar di Belanda Open, semifinal di Dubai, dan perempat final di Kejuaraan Internasional Italia dan Syed Modi terjepit di antara enam pintu keluar awal turnamen tahun lalu.

Namun mereka kembali mengejutkan di kejuaraan All England awal bulan ini. Pasangan tangguh asal China, Han Cheng Kai/Zhou Hao Dong dikalahkan dalam pertandingan dua game langsung, diikuti dengan menyingkirkan pasangan peringkat 3 dunia asal Jepang, Takeshi Kamura/Keigo Sonoda di babak kedua.

“Kami tidak memiliki beberapa tahun yang baik,” diakui Sozonov, dikutip dari BWF World Tour. "Tentu saja begitu kamu bermain di level atas dan masuk 10 besar, sangat sulit secara mental untuk tetap di sana."

Sehari kemudian, mereka mengalahkan pasangan andalan tuan rumah yang juga merupakan juara Commonwealth, Chris Langridge/Marcus Ellis untuk melangkah ke babak semifinal All England 2020.

"Ini perasaan yang luar biasa," kata Sozonov. “Tentu saja kami sadar mereka bermain di rumah, dan Anda cenderung bermain lebih baik di depan orang banyak di kandang. Tetapi ketika Anda berada di lapangan dan tetap fokus pada shuttlecock, Anda tidak melihat apa yang terjadi di sekitar Anda," tambahnya.

Kemampuan Ivanov/Sozonov tidak pernah diragukan. Selama minggu terhebat mereka, pada bulan Maret 2016, mereka mengalahkan pasangan Korea Selatan peringkat 1 dunia, Lee Yong Dae/Yoo Yeon Seong di babak semifinal, diikuti oleh kemenangan impian di final atas Hiroyuki Endo/Kenichi Hayakawa asal Jepang yang membawa mereka menjadi ganda putra pertama asal Rusia yang meraih gelar bergengsi All England.

Untuk membuktikan kemenangan mereka atas pasangan Korea bukanlah sebuah kebetulan, mereka mengulangi prestasi itu di panggung terbesar dunia yakni Olimpiade Rio 2016. Namun, sejak saat itu, mereka hanya menikmati kesuksesan sporadis.

Menjelang Olimpiade Tokyo 2020, mungkinkah Ivanov/Sozonov akan kembali bangkit?

Artikel Tag: Vladimir Ivanov, Ivan Sozonov, All England 2020, olimpiade tokyo 2020

Berita Terkait

Berita Terpopuler Minggu Ini

Berita Terbaru