Kanal

Malagò Tetap Tenang Meski Terancam Tak Layak Jadi Presiden FIGC

Penulis: Amalia Sihotang
09 Sep 2026, 21:36 WIB

Malagò Tetap Tenang Meski Terancam Tak Layak Jadi Presiden FIGC - sumber: (footballitalia)

Berita Liga Italia kali ini datang dari Presiden FIGC, Giovanni Malagò, yang tengah menjadi sorotan. Ia dengan tegas menyatakan tidak merasa khawatir meskipun ada tekanan dari Presiden CONI, Luciano Buonfiglio, dan Menteri Olahraga, Andrea Abodi, yang berencana memantau kasus terkait kelayakannya sebagai Presiden FIGC.

Malagò, yang diangkat menjadi Presiden FIGC pada 22 Juni 2026, mengungkapkan bahwa ia memenuhi persyaratan untuk memperoleh keanggotaan federasi meski tidak secara formal memegangnya saat terpilih. Oleh karena itu, Jaksa FIGC, Chiné, meminta untuk mengesampingkan kasus ini. Namun, Jaksa Agung Olahraga menolak permintaan tersebut dan menginginkan penyelidikan lebih lanjut.

Dalam pernyataannya, Malagò mengungkapkan ketenangannya dan menekankan bahwa semua pihak sudah mengetahui permasalahan ini dengan baik. "Saya tenang; saya rasa akan salah jika menceritakan semuanya sekarang. Tampaknya semua orang sudah sangat memahami situasinya," ujarnya.

Di sisi lain, Presiden CONI, Buonfiglio, dan Menteri Olahraga, Abodi, menanggapi serius isu ini. Mereka menyatakan akan mengawasi perkembangan kasus ini dengan seksama. Buonfiglio menegaskan pentingnya kehati-hatian dan tidak tergesa-gesa dalam menangani masalah ini.

Abodi menambahkan bahwa masalah ini sedang ditangani oleh peradilan olahraga di semua tingkatan, dan menekankan pentingnya penegakan aturan baik yang berasal dari olahraga maupun negara.

Jika kelayakan Malagò sebagai Presiden FIGC tidak dapat diklarifikasi, posisinya dapat terancam, dan keputusan-keputusan yang telah diambilnya, termasuk penunjukan Roberto Mancini sebagai pelatih kepala Italia, bisa saja dibatalkan.

Meski demikian, Gazzetta mencatat bahwa status Malagò sebagai anggota individu IOC, otoritas olahraga tertinggi di dunia, membuat permintaan untuk keanggotaan federasi, yang tidak selalu diterapkan pada kasus serupa di masa lalu, tampak tidak sepenuhnya dapat dibenarkan.

Artikel Tag: FIGC, Giovanni Malago

Berita Terkait

Berita Terpopuler Minggu Ini

Berita Terbaru