Kanal

Macau Open 2026: Kehilangan Fokus Penyebab Kekalahan Devin-Rayhan

Penulis: Yusuf Efendi
22 Jun 2026, 07:15 WIB

Devin Artha Wahyudi-Ali Faathir Rayhan/[Foto:PBSI]

Pasangan ganda putra Indonesia, Devin Artha Wahyudi / Ali Faathir Rayhan harus puas meraih posisi runner-up di turnamen Macau Open 2026 BWF World Tour Super 300 setelah di laga puncak menyerah dari pasangan non unggulan asal Korea Selatan, Jin Yong / Lee Jong Min.

Menempati unggulan keempat, Devin Artha Wahyudi / Ali Faathir Rayhan harus mengakui keunggulan Jin Yong Lee Jong Min lewat pertandingan ketat rubber game dengan skor 21-18, 19-21 dan 10-21, dalam pertandingan yang berlangsung di East Asian Games Dome, Macau pada Minggu (21/6) sore waktu setempat.

"Alhamdulillah, yang pasti bangga bisa jadi finalis di BWF Super 300 pertama saya. Banyak pelajaran mahal yang saya dapat pastinya," tanggap Faathir melalui keterangan pers Humas PP PBSI.

"Untuk ke depannya, evaluasi kami yang penting fokusnya dulu. Karena kami sering sekali ketika sudah unggul malah tersusul," tuturnya.

"Kendala kami tadi, hilang fokus dan kurang tenang saat terkejar," ungkap atlet muda kelahiran Merangin, Jambi ini.

Jalannya pertandingan :

Ketatnya permainan tercipta sedari menit awal game pertama di
mana kedua pasangan langsung tampil menyerang sama kuat 2-2 dan 4-4. Namun, pasangan Indonesia menjauh dengan lima angka beruntun untuk memimpin 9-4 sebelum menutup interval dengan kedudukan 11-8.

Selepas restart Devin-Rayhan terus melanjutkan keunggulan dan memperlebar jarak menjadi 17-13. Namun pasangan Korea bangkit menipiskan jarak menjadi satu poin saja dengan 19-18. Beruntung Merah Putih berhasil meraih dua poin terakhir untuk menutup game pertama.

Devin-Rayhan langsung memimpin 3-0 di awal game kedua dan terus melanjutkannya hingga interval dengan kedudukan 11-6.

Terus menjaga jarak dengan selisih lima poin dengan 15-10. Pasangan Indonesia terlihat mengendurkan serangan yang mampu dimanfaatkan dengan baik oleh pasangan Korea untuk membalikan keadaan menjadi 17-18 hingga berhasil merebut game kedua untuk memaksa dilakukan game penentuan.

Kekalahan di game kedua terbukti membuat Devin-Rayhan terpukul di mana mereka sudah tertinggal jauh di interval dengan kedudukan 4-11.

Berupaya untuk mengejar ketertinggalan, Devin / Rayhan tak mampu berbuat banyak selepas restart dengan pasangan Korea semakin percaya diri untuk merebut kembali game ketiga, sekaligus memastikan Jin Yong / Lee Jong Min gelar Macau Open 2026.

Artikel Tag: PBSI, Jin Yong, Devin Artha Wahyudi, Ali Faathir Rayhan, Macau Open 2026

Berita Terkait

Berita Terpopuler Minggu Ini

Berita Terbaru