Liga Thailand Hapus Kuota ASEAN, Empat Pemain Timnas Indonesia Terancam
Sandy Walsh dan Shayne Pattynama memperkuat Buriram United di Liga Thailand
Berita Sepak Bola: Perubahan besar terjadi di Liga Thailand. Regulasi baru yang menghapus kuota pemain Asia Tenggara berpotensi memengaruhi nasib empat pemain Timnas Indonesia yang berkarier di Thai League 1.
Kabar kurang menggembirakan datang dari Liga Thailand jelang musim 2026-2027. Otoritas Thai League resmi menghapus kuota khusus pemain Asia Tenggara di kasta tertinggi kompetisi mereka, Thai League 1. Kebijakan ini dipastikan berdampak langsung bagi para pemain ASEAN, termasuk kuartet Timnas Indonesia yang saat ini merumput di Thailand.
Informasi tersebut disampaikan jurnalis Thailand, Ta Lao, pada Kamis (22/1/2026). Dalam regulasi terbaru, setiap klub hanya diperbolehkan mendaftarkan maksimal 10 pemain asing tanpa memandang kewarganegaraan. Selain itu, hanya tujuh pemain asing yang boleh berada di lapangan dalam satu waktu.
“Thai League akan menyesuaikan kuota pemain asing untuk musim 2026-2027. Setiap klub dapat mendaftarkan maksimal 10 pemain asing tanpa batasan kewarganegaraan. Di lapangan, maksimal tujuh pemain asing,” tulis Ta Lao.
Dengan aturan ini, status pemain Asia Tenggara tidak lagi mendapat perlakuan khusus seperti musim-musim sebelumnya. Padahal selama bertahun-tahun Liga Thailand dikenal sebagai destinasi utama pemain ASEAN karena memberikan slot bebas bagi pemain kawasan tersebut.
Kebijakan lama itu membuat Liga Thailand menjadi magnet bagi pemain Asia Tenggara untuk meningkatkan level kompetisi sekaligus menjadikannya batu loncatan menuju liga yang lebih mapan di Asia, seperti J League Jepang atau K League Korea Selatan.
Pada musim ini, Indonesia memiliki empat wakil di Liga Thailand, yakni Pratama Arhan bersama Bangkok United, Asnawi Mangkualam di Port FC, serta dua pemain Buriram United, Shayne Pattynama dan Sandy Walsh.
Dari keempat nama tersebut, Shayne Pattynama disebut paling rentan terdampak. Kontrak bek kiri Timnas Indonesia itu bersama Buriram United akan berakhir pada penghujung musim 2025-2026. Dengan regulasi baru, peluang perpanjangan kontrak bisa semakin kecil karena persaingan pemain asing akan makin ketat.
Sementara itu, Pratama Arhan masih terikat kontrak hingga 30 Juni 2027, Sandy Walsh sampai 30 Juni 2028, dan Asnawi Mangkualam memiliki ikatan terpanjang bersama Port FC hingga 30 Juni 2029.
Situasi ini membuka peluang bagi klub-klub Super League Indonesia untuk memulangkan pemain-pemain tersebut. Shayne Pattynama bahkan berpotensi direkrut tanpa biaya transfer jika dilepas bebas. Adapun Arhan, Walsh, dan Asnawi kemungkinan hanya bisa didatangkan melalui skema peminjaman.
Perubahan regulasi ini diyakini akan membuat pemain Timnas Indonesia dan pemain ASEAN lain berpikir ulang untuk melanjutkan karier di Liga Thailand pada musim-musim mendatang.
Artikel Tag: Timnas Indonesia, liga thailand, pratama arhan, asnawi mangkualam, Shayne Pattynama, sandy walsh