Liam Rosenior Kena Kritik, Dua Bek Chelsea Jadi Korban Eksperimen
Liam Rosenior disorot usai taktik berisiko Chelsea hancur lawan PSG. (Foto: Robin Jones/Getty Images)
Berita Liga Champions: Liam Rosenior mendapat kritik tajam setelah Chelsea tersingkir dari Liga Champions usai kalah 0-3 dari Paris Saint-Germain pada Rabu (18/3/2026) dini hari WIB. Kekalahan itu memastikan The Blues tersingkir dengan agregat telak 2-8 di babak 16 besar.
Liam Rosenior menjadi sorotan karena keputusan taktisnya yang dinilai terlalu berisiko sejak awal pertandingan. Ia memilih menggunakan skema tiga bek dengan menempatkan dua pemain muda di posisi yang tidak biasa, yang akhirnya menjadi titik lemah yang langsung dimanfaatkan PSG.
Mamadou Sarr dan Jorrel Hato yang sama-sama masih berusia muda terlihat kesulitan menghadapi intensitas serangan PSG. Keduanya harus berhadapan langsung dengan pemain-pemain cepat seperti Khvicha Kvaratskhelia dan Bradley Barcola.
Mantan pemain Chelsea, Pat Nevin, mengkritik keras keputusan tersebut. “Mereka mengambil risiko yang sangat besar dengan memainkan formasi tiga bek sejak awal,” ujar Nevin dilansir dari Metro.
Ia menilai situasi tersebut tidak adil bagi para pemain muda. “Man-to-man dengan dua pemain berusia 20 tahun yang dimainkan sebagai bek tengah, Sarr melawan Kvaratskhelia, Hato melawan Barcola. Itu tidak adil bagi anak-anak muda itu,” lanjutnya.
Pat Nevin menegaskan bahwa keputusan tersebut memang berani, tetapi keliru. “Itu memang berani, tapi juga salah. Itu sama sekali tidak berjalan dengan baik,” tegasnya.
Ia juga menyoroti bagaimana Paris Saint-Germain langsung memanfaatkan kelemahan tersebut. “PSG mencetak gol sejak awal dari area itu. Sudah jelas di situlah letak bahaya dan Kvaratskhelia menyelesaikannya,” katanya.
Selain masalah taktik, Nevin juga menilai kualitas lini depan Chelsea masih jauh di bawah PSG. “Chelsea memang sempat masuk ke area berbahaya, tapi kualitas di sepertiga akhir tidak bisa dibandingkan dengan PSG,” ujarnya.
Menurutnya, skor agregat mencerminkan perbedaan kualitas kedua tim. “Hasil 8-2 ini tidak berlebihan, ini menunjukkan betapa jauhnya Chelsea dari level PSG,” tegasnya.
Nevin juga mengkritik ekspektasi berlebihan terhadap Chelsea sebelumnya. “Ada banyak yang bilang Chelsea juara dunia dan pernah mengalahkan PSG, tapi saya tidak percaya itu. Turnamen itu tidak mencerminkan realitas,” katanya.
Ia menambahkan bahwa situasi Chelsea saat ini cukup mengkhawatirkan. “Fans bahkan sudah meninggalkan stadion di menit ke-70. Ini menunjukkan realitas yang cukup bermasalah,” lanjutnya.
Nevin menutup dengan kritik terhadap proyek jangka panjang klub. “Chelsea lebih dekat ke zona degradasi dibanding Arsenal. Tim ini sudah menghabiskan 1,5 miliar pounds dan ini sudah empat tahun berjalan, sudah saatnya mulai mempertanyakan semuanya,” pungkasnya.
Artikel Tag: liga champions, Chelsea, pat nevin, Liam Rosenior, Jorrel Hato, Mamadou Sarr