Kanal

Liam Rosenior Isyaratkan Perubahan Strategi Transfer Chelsea

Penulis: Fery Andriyansyah
15 Mar 2026, 11:15 WIB

Liam Rosenior buka peluang perubahan strategi transfer Chelsea. (Foto: Andrew Kearns - CameraSport via Getty Images)

Berita Liga Inggris: Liam Rosenior mengakui bahwa pembicaraan mengenai rencana transfer musim panas sudah mulai dilakukan di internal Chelsea. Pelatih kepala The Blues itu memberi sinyal bahwa klub mungkin akan mencari keseimbangan baru dalam komposisi skuad menjelang musim 2026/2027.

Sejak diambil alih BlueCo pada 2022, Chelsea dikenal konsisten merekrut pemain muda berbakat dengan potensi jangka panjang. Namun hasil yang kurang maksimal melawan tim seperti Arsenal dan Paris Saint-Germain memunculkan pandangan bahwa tim London Barat itu membutuhkan lebih banyak pemain berpengalaman.

Saat ini hanya Marc Cucurella dan Tosin Adarabioyo yang berusia di atas 26 tahun di antara pemain outfield Chelsea. Situasi tersebut membuat skuad The Blues menjadi salah satu yang paling muda di Premier League.

Liam Rosenior mengisyaratkan bahwa klub sedang mempertimbangkan kemungkinan penyesuaian strategi dalam bursa transfer mendatang. “Kami sedang membangun pengalaman di sini dan pada musim panas nanti kalian akan melihatnya,” ujar Rosenior kepada Sky Sports.

Ia menegaskan pembicaraan mengenai transfer memang sudah berlangsung di internal klub, tetapi fokus utamanya tetap menyelesaikan musim sebaik mungkin. “Saat ini kami memang melakukan pembicaraan itu, tetapi tugas saya adalah memastikan kami menyelesaikan musim sekuat mungkin,” jelas Rosenior.

Menurutnya, terlalu banyak membicarakan transfer pada bulan Maret bukan langkah yang tepat. “Berbicara soal bisnis transfer pada bulan Maret bukanlah hal yang bijak. Tujuan kami tetap memenangkan pertandingan,” tambahnya.

Rosenior menegaskan bahwa ia, direktur olahraga, dan pemilik klub memiliki visi yang sama mengenai arah pembangunan tim. Ia juga menekankan bahwa usia pemain tidak selalu menjadi indikator pengalaman. “Anda selalu membutuhkan keseimbangan. Usia tidak selalu sama dengan pengalaman,” kata Rosenior.

Ia memberikan contoh gelandang muda Andrey Santos yang meski baru berusia 21 tahun sudah memiliki pengalaman besar di level internasional. “Andrey Santos masih 21 tahun tetapi sudah bermain untuk Brasil dan bahkan pernah menjadi kapten tim,” jelasnya.

Liam Rosenior juga menilai kekalahan dari Paris Saint-Germain di Liga Champions menjadi pelajaran penting bagi skuad muda Chelsea. “Meskipun sulit, itu adalah pengalaman belajar yang luar biasa bagi tim dan bagi saya sendiri,” ujarnya.

Saat ini Tosin Adarabioyo menjadi pemain outfield tertua di skuad Chelsea dengan usia 28 tahun. Namun bek tengah tersebut tidak selalu menjadi pilihan utama dan berpotensi dijual pada musim panas mendatang. Karena itu The Blues diperkirakan bisa mencari bek tengah berusia sekitar 28 hingga 31 tahun yang memiliki kualitas tinggi di posisinya.

Selain faktor usia, aspek fisik juga menjadi perhatian bagi Chelsea. Meski memiliki kualitas teknis yang baik di lini tengah, tim ini termasuk salah satu yang paling kecil secara postur di Premier League. Di sisi lain, memperbaiki keseimbangan tersebut bukan hal mudah karena beberapa posisi inti sudah cukup solid. Pos bek sayap, gelandang tengah, serta posisi penyerang utama yang ditempati Joao Pedro saat ini dianggap relatif aman dalam struktur tim.

Artikel Tag: Chelsea, Liam Rosenior

Berita Terkait

Berita Terpopuler Minggu Ini

Berita Terbaru