Leigh Wood Akhiri Rivalitas Dengan Warrington, Kenang Perjalanan Karier
Kini, setelah memastikan keunggulan atas Warrington dan menutup rivalitas mereka secara meyakinkan, Leigh Wood berada di persimpangan jalan. (Foto: Fight TV)
Leigh Wood menuntaskan rivalitas panjangnya dengan Josh Warrington setelah meraih kemenangan angka mutlak dalam duel ulang yang digelar di Nottingham Arena, Sabtu (21/2) malam.
Dua setengah tahun setelah menghentikan Warrington pada ronde ketujuh dalam pertarungan dramatis pertama mereka,
Wood kali ini tampil lebih taktis dan disiplin. Ia memanfaatkan pergerakan kaki, kontrol jarak, serta strategi matang untuk meredam agresivitas lawannya dan mengubah duel yang berpotensi sengit menjadi laga yang relatif nyaman.
Pendekatan tersebut mengingatkan pada keberhasilannya membalas kekalahan dari Mauricio Lara pada 2023.
Saat itu, Leigh Wood kehilangan gelar WBA kelas bulu akibat gaya agresif Lara, namun hanya tiga bulan kemudian ia merebutnya kembali dengan strategi yang lebih terukur.
Usai pertarungan, Warrington mengakui dirinya tampil “di bawah standar”.
Namun Wood yang kini berusia 37 tahun menilai kemenangan tersebut lebih karena keberhasilan rencana yang disusun bersama tim pelatihnya, Ben Davison dan Lee Wylie.
“Saya rasa malam ini saya menghadapi versi Josh Warrington yang lebih baik dibanding pertemuan pertama,” ujar Wood dalam konferensi pers setelah laga. “Kebugarannya, kekuatannya, semuanya ada. Dia juga lebih berhati-hati.”
Menurut Wood, pemahaman yang lebih baik terhadap timing dan pola serangan Warrington menjadi kunci.
Ia sempat mendaratkan pukulan bersih di awal laga, namun kemudian harus melakukan penyesuaian ketika Warrington mengubah pendekatan.
Leigh Wood juga mengakui sempat menerima pukulan keras ke tubuh pada ronde ketiga yang cukup menyakitkan. Meski demikian, ia mampu membalas dengan serangan ke tubuh yang efektif.
Banyak pihak memprediksi laga tersebut akan menjadi penutup karier Wood yang penuh aksi. Namun, ia memilih belum mengumumkan pensiun dan akan mempertimbangkan masa depannya dengan tenang.
Pertarungan ini juga bertepatan dengan enam tahun kekalahannya dari Jazza Dickens di final turnamen Golden Contract kelas bulu. Saat itu, Wood berusia 30 tahun dan belum memiliki arah jelas dalam kariernya.
Alih-alih menyerah, Wood mengambil keputusan penting dengan meninggalkan Sheffield dan bergabung dengan sasana milik Ben Davison.
Langkah tersebut menjadi titik balik yang mengantarkannya meraih gelar Inggris, Eropa, hingga juara dunia.
“Saya duduk di kamar mandi di Sheffield, usia 30 tahun, masih tinggal di rumah ibu saya,” kenangnya. “Saya berpikir, saya bisa saja menjalani perjalanan luar biasa dan meraih gelar Inggris, Eropa, bahkan dunia tanpa kalah lagi.”
Keputusan hijrah ke Davison terbukti tepat. Leigh Wood menjelma menjadi salah satu petinju Inggris paling menarik dalam satu dekade terakhir, dengan sejumlah kemenangan dramatis yang mengangkat namanya ke level elite.
Kini, setelah memastikan keunggulan atas Warrington dan menutup rivalitas mereka secara meyakinkan, Wood berada di persimpangan jalan.
Apakah ia akan melanjutkan “perjalanan gila” yang pernah dibayangkannya, atau memilih menutup karier di momen terbaik, masih menjadi tanda tanya.
Artikel Tag: josh warrington, Leigh Wood