Kylian Mbappe Mulai Dijauhi Pemain Real Madrid
Kylian Mbappe Mulai Dijauhi Pemain Real Madrid
Berita Liga Spanyol: Terdengar kabar para pemain yang ada di skuad Real Madrid mulai jaga jarak dengan Kylian Mbappe.
Akhir musim menimbulkan tekanan signifikan di Real Madrid. Tanpa tujuan utama yang tersisa selain mengakhiri musim dengan baik, musim ini terasa berlarut-larut, dan setiap minggu terasa semakin panjang.
Hal ini terutama terlihat dalam suasana ruang ganti. Perselisihan menjadi sering terjadi, seperti situasi yang melibatkan Dani Carvajal dan Dani Ceballos dengan Alvaro Arbeloa.
Bahkan Kylian Mbappe pun tidak luput dari lingkungan ini, dan juga menjadi figur sentral di luar lapangan. Perjalanannya baru-baru ini ke Italia saat memulihkan diri dari cedera sekali lagi menempatkannya di bawah pengawasan.
Pemain yang cedera diberi hari libur, dan pemain Prancis itu bukan satu-satunya yang melakukan perjalanan, dengan Arda Guler pergi ke Ibiza.
Namun, status Mbappe dan momen sensitif di klub telah membuat kasusnya menjadi sangat menonjol. Dan meningkatnya kebisingan seputar superstar berusia 27 tahun itu menimbulkan kekhawatiran di dalam klub.
Faktanya, menurut MARCA, masalah utama dengan Kylian Mbappe adalah semakin jauhnya jaraknya dari anggota skuad Real Madrid lainnya. Ini bukan hanya karena cedera, yang membuatnya absen dari aktivitas sehari-hari dan banyak pertandingan tahun ini.
Di Valdebebas, telah terdengar desas-desus tentang beberapa sikap kontroversial yang tidak diterima dengan baik di ruang ganti.
Lebih lanjut, "perebutan kekuasaan" yang dirasakan antara Vinicius Jr. dan Mbappe tampaknya menguntungkan sang pemain Brasil.
Ini bukan hanya karena Vinicius telah memikul beban tim selama periode sulit, tetapi juga karena ia menikmati dukungan dan koneksi dari grup. Skuad sepenuhnya berkomitmen pada pemain sayap Brasil itu, sementara hal yang sama saat ini tidak dapat dikatakan untuk Mbappe.
Dalam beberapa bulan terakhir, situasi ini agak merusak persatuan antara pemain Prancis itu dan anggota ruang ganti lainnya. Tanda-tanda ini terlihat saat ia diganti melawan Real Betis setelah mengalami cedera. Mbappe meninggalkan lapangan dengan terlihat tidak senang, terlibat adu mulut dingin dengan Arbeloa dan menunjukkan keengganan untuk menjelaskan kondisinya.
Masalah fisik telah menjadi alasan utama di balik isolasi Mbappe dan hilangnya koneksi dengan tim. Sejauh tahun ini, ia telah absen selama 53 hari karena lima cedera dan telah melewatkan 10 pertandingan.
Perjalanan ke Paris untuk mendapatkan pendapat medis kedua setelah cedera lututnya kambuh pada bulan Februari juga diwarnai kontroversi tersendiri. Setelah kembali, semuanya tidak lagi sama seperti sebelumnya.
Mbappe tidak mendapatkan kembali ketajamannya seperti dulu dan masih terpengaruh oleh frustrasi akibat cedera yang dialaminya. Pada saat yang sama, Vinicius yang kembali bangkit menjadi pusat perhatian dan mendapat pujian dari Arbeloa, yang semakin mengandalkan pemain Brasil itu sebagai figur kunci.
Lebih buruk lagi, cedera baru kembali membuat Mbappe absen dan perjalanan terakhir ke Italia menciptakan ketegangan lebih lanjut. Real Madrid, di sisi lain, berharap agar situasi di ruang ganti segera membaik dan tidak berlanjut ke musim berikutnya.
Artikel Tag: Real Madrid, Alvaro Arbeloa, Kylian Mbappe