Kanal

Kontroversi Trik Ferrari di GP Inggris 1998, McLaren Protes

Penulis: Juli Tampubolon
01 Jul 2026, 22:27 WIB

Kontroversi Trik Ferrari di GP Inggris 1998, McLaren Protes - sumber: (racingnews365)

Berita F1: Grand Prix Inggris 1998 tercatat sebagai salah satu balapan paling kontroversial dalam sejarah F1, bukan hanya karena kemenangan Michael Schumacher dan Ferrari, tetapi juga karena cara luar biasa mereka menang. Penalti yang terlambat, interpretasi cerdas terhadap regulasi, dan melintasi garis finis sambil menjalani sanksi resmi menimbulkan kekacauan, memicu protes McLaren, dan akhirnya mengubah kitab peraturan FIA.

Akhir pekan itu dibuka seperti banyak lainnya musim tersebut: McLaren dan Mika Häkkinen menjadi favorit, sementara Schumacher dan Ferrari berusaha meminimalkan kerugian dalam perebutan gelar. Schumacher memulai dari posisi kedua, namun hujan mengubah balapan menjadi pertarungan strategi. Ferrari memilih waktu pemberhentian ban dengan seksama di setiap putaran dan tetap berada di belakang Häkkinen sepanjang waktu.

Pada periode safety car yang terlambat, McLaren tampak di ambang kemenangan, sampai Häkkinen melebar di Stowe. Schumacher mengambil alih pimpinan dan tampaknya akan menang. Kemudian muncullah kontroversi. Schumacher mendapatkan penalti stop-and-go sepuluh detik karena diduga menyalip Alexander Wurz saat periode safety car sebelumnya.

Namun, penalti tersebut disampaikan kepada Ferrari sangat terlambat, dan pesannya sangat tidak jelas. Di dalam tim, ada ketidakpastian nyata tentang sifat sanksi dan kapan tepatnya harus dijalani. Dengan satu putaran tersisa, Ferrari menemukan solusi berani. Schumacher memasuki jalur pit di akhir putaran terakhir untuk menjalani penalti. Karena garis finis di Silverstone terletak sebelum kotak pit Ferrari, dia melewatinya sebagai pemimpin balapan sebelum berhenti di depan mekaniknya. Gambar televisi yang mengikuti menciptakan kekacauan total, dan McLaren segera mengajukan protes.

Protes McLaren

Perdebatan setelah balapan berpusat pada apakah Schumacher telah menjalani penalti sesuai dengan regulasi. Ferrari, bagaimanapun, menuding langsung kepada para steward balapan. Penalti tersebut diberikan di luar jendela waktu yang diizinkan, dan pemberitahuan resmi tidak cukup jelas. FIA menyimpulkan bahwa prosedur yang benar tidak diikuti, membatalkan penalti dan mengizinkan kemenangan Schumacher untuk tetap berlaku.

Dampaknya cukup besar. McLaren merasa dirugikan, sementara Ferrari bersikeras bahwa mereka tidak melakukan apa pun selain memanfaatkan aturan yang ada. Ketiga steward FIA yang terlibat akhirnya mengundurkan diri dari posisi mereka, dan badan pengatur memperbaiki prosedurnya. Regulasi yang mengatur pemberian dan komunikasi penalti diperketat untuk memastikan tidak ada pembalap yang dapat kembali melintasi garis finis sebagai pemenang balapan yang tampak sambil secara resmi menjalani sanksi.

Artikel Tag: Ferrari, McLaren, Michael Schumacher

Berita Terkait

Berita Terpopuler Minggu Ini

Berita Terbaru