Kanal

Klub Peserta Piala Kemerdekaan Harus Patuhi Aturan Tim Transisi

Penulis: Dhimas
30 Jul 2015, 15:38 WIB

Tim Transisi bentukan Menpora, Imam Nahrawi

Ligaolahraga.com – Tim Transisi tidak mau terlalu ambil pusing soal reaksi klub-klub peserta atas mundurnya turnamen Piala Kemerdekaan 2015.  Menurut Anggota Tim Transisi, Cheppy T. Wartono, menyatakan bahwa Tim Transisi tidak perlu menunggu reaksi dari klub-klub atas pengunduran jadwal Piala Kemerdekaan, sebab langkah yang diambil sudah dipikirkan secara matang.

Seperti yang diketahui Tim Transisi selaku penyelenggara Piala Kemerdekaan, sudah melakukan pengunduran jadwal Piala Kemerdekaan sebanyak tiga kali. Sebelumnya Tim Transisi menetapkan tanggal 24 Juli menjadi tanggal 1 Agustus 2015. Lalu berubah lagi menjadi 2 Agustus, dan kemudian yang terakhir menjadi tanggal 15 Agustus 2015.

 

"Sebenarnya kami tidak menunggu respons dari klub soal jadwal dan regulasi karena klub yang harus mengikuti aturan main. Yang kami tunggu respons dari klub adalah draft kontrak mereka dengan pemain. Kami tidak ingin ada keluhan dari klub-klub lama, yang merasa pemainnya diambil. Semuanya harus jelas statusnya dari klub yang lama," jelas Cheppy Wartono.

 

Tim Transisi sendiri sudah berkomunikasi dengan Badan Olahraga Profesional Indonesia soal langkah yang diambilnya, sehingga Tim Transisi yakin jika klub-klub peserta akan menerima keputusan tersebut.

 

"Hal-hal seperti itu sifatnya teknis karena kami ingin memfasilitasi klub yang ingin membentuk tim secara maksimal. Kami tahu klub juga tak mau memakai pemain kacangan," sambungnya. (Baca Juga: Klub Peserta Piala Kemerdekaan Salahkan Tim Transisi)

 

Tim Transisi juga memiliki alasan dalam pengunduran jadwal Piala Kemerdekaan ini,yang dikarenakan pihaknya masih menunggu data-data administrasi dari masing-masing klub peserta. Seperti syarat yang ditentukan Tim Transisi, setiap klub calon peserta diwajibkan melampirkan draft kontrak resmi, yang ditandatangani pemain. Termasuk lampiran surat keluar pemain dari klub lama, bila sang pemain berstatus rekrutmen baru di klub peserta Piala Kemerdekaan.

 

Padahal, kebanyakan klub-klub peserta hanya meminjam pemain-pemain dengan status pinjaman dari masing-masing klubnya. Tidak adanya kompetisi, membuat pesepakbola Indonesia banyak yang menganggur. Hal ini kemudian yang dimanfaatkan oleh para peserta Piala Kemerdekaan untuk bisa menggunakan jasa pemain-pemain tersebut, selama berlangsungnya Piala Kemerdekaan. 

Berita Terkait

Berita Terpopuler Minggu Ini

Berita Terbaru