Kisah John Shippen, Pionir US Open yang Baru Dihargai Dunia Golf
John Shippen
Berita Golf : Ketika US Open kembali digelar di Shinnecock Hills, perhatian publik tidak hanya tertuju pada persaingan para pegolf terbaik dunia. Turnamen mayor ini juga menghidupkan kembali kisah John Shippen, sosok yang dianggap sebagai salah satu pelopor paling berpengaruh dalam sejarah golf Amerika.
Shippen lahir pada tahun 1879 di Washington D.C. dari ayah keturunan Afrika dan ibu yang berasal dari komunitas Pribumi Shinnecock. Saat keluarganya pindah ke Southampton, New York, ia mulai mengenal golf sebagai caddie di Shinnecock Hills Golf Club, lapangan yang kini menjadi salah satu ikon olahraga tersebut.
Bakatnya berkembang dengan cepat. Pada usia 16 tahun, Shippen sudah dipercaya menjadi asisten profesional di klub tersebut. Kesempatan besar datang pada tahun 1896 ketika ia mendapat tempat di US Open yang saat itu baru memasuki edisi kedua.
Keikutsertaannya memicu kontroversi. Sejumlah pegolf profesional asal Inggris dan Skotlandia mengancam memboikot turnamen setelah mengetahui ada peserta kulit hitam dan penduduk asli Amerika dalam daftar pemain. Namun pihak penyelenggara tetap mempertahankan keputusan mereka dan turnamen berjalan sesuai jadwal.
Momen itu menjadi tonggak sejarah karena Shippen tercatat sebagai pegolf kulit hitam pertama yang tampil di US Open. Ia juga menjadi salah satu peserta termuda dalam turnamen tersebut.
Penampilannya bahkan sempat mengejutkan banyak pihak. Setelah putaran pertama, John Shippen berada di papan atas klasemen dan memiliki peluang menjadi juara. Namun sebuah kesalahan besar di hole ke-13 pada putaran kedua membuat peluang tersebut sirna. Ia mencatat skor 11 di hole tersebut dan akhirnya menyelesaikan turnamen tujuh pukulan di belakang juara, James Foulis.
Meski gagal mengangkat trofi, warisan Shippen jauh melampaui hasil pertandingan. Ia kemudian menjadi profesional klub kelahiran Amerika pertama dalam sejarah golf dan menghabiskan sebagian besar kariernya di Shady Rest Country Club, klub milik komunitas kulit hitam pertama di Amerika Serikat.
Ironisnya, ketika meninggal dunia pada 1968, jasa Shippen nyaris terlupakan. Ia dimakamkan di Rosedale Cemetery, New Jersey, hanya dengan penanda beton sederhana tanpa nama. Selama hampir 30 tahun, makamnya tidak memiliki batu nisan yang layak.
Keadaan mulai berubah pada awal 1990-an ketika pasangan Thurman dan Ruby Simmons melakukan berbagai upaya untuk mengenalkan kembali kisah Shippen kepada publik. Berkat perjuangan mereka, makam Shippen akhirnya mendapat batu nisan resmi dan namanya kembali mendapat tempat dalam sejarah golf Amerika.
Kini, lebih dari satu abad setelah tampil di US Open, John Shippen semakin diakui sebagai sosok yang membantu membuka pintu bagi generasi pegolf kulit hitam berikutnya. Kisahnya menjadi pengingat bahwa sejarah olahraga tidak hanya dibentuk oleh para juara, tetapi juga oleh mereka yang berani menembus batas dan menghadapi diskriminasi demi perubahan.
Artikel Tag: US Open, shinnecock hills