Ketika Alexander Zverev Frustasi Dengan Langkah Carlos Alcaraz Ini
Alexander Zverev [image: getty images]
Berita Tenis: Alexander Zverev sangat marah karena lawannya di semifinal Australian Open 2026, Carlos Alcaraz mendapatkan waktu jeda untuk alasan medis selama pertandingan.
Petenis berkebangsaan Jerman berpendapat, dengan sangat bersemangat, bahwa hal tersebut melanggara aturan.
Jadi, apa sebenarnya yang terjadi? Momen-momen tersebut terjadi menjelang akhir set ketiga ketika petenis unggulan ketiga tertinggal dengan 3-6, 6-7, 4-5 di semifinal Australian Open. Alcaraz yang terlihat terganggu meminta jeda untuk alasan medis. Tetapi masalah yang dialami petenis berkebangsaan Jerman ternyata adalah kram yang terlihat jelas dari penggunaan air acar, obat umum untuk masalah tersebut.
Dalam interaksi yang memanas dengan pengawas pertandingan, runner up Australian Open musim lalu berpendapat bahwa kram, menurut peraturan tenis, bukan alasan untuk meminta jeda untuk alasan medis.
Perlu dicatat, berdasarkan peraturan ITF yang mengatur Grand Slam, petenis tidak bisa meminta jeda untuk alasan medis hanya karena kram. Kondisi tersebut sebenarnya dianggap sebagai kondisi yang tidak akut dan dapat diobati, yang termasuk dalam ‘penurunan kondisi’ atau kelelahan umum, bukan cedera yang dapat memaksa penghentian pertandingan.
“Kram Otot: Seorang petenis hanya boleh menerima perawatan untuk kram otot selama waktu yang dialokasikan untuk pergantian sisi lapangan dan/atau jeda set,” demikian bunyi buku peraturan ITF Grand Slam 2026.
“Petenis tidak boleh menerima waktu istirahat medis (Medical Time-Out) untuk kram otot.”
Saat itulah permohonan petenis berkebangsaan Jerman kepada wasit dan pengawas pertandingan menarik banyak perhatian dan memecah belah penggemar serta komunitas tenis di media sosial.
Air acar telah lama dikenal sebagai obat yang efektif untuk kram otot, dengan penelitian menunjukkan bahwa air acar dapat bekerja 45 persen lebih cepat dari air biasa. Cuka yang bersifat asam memicu refleks yang memberi sinyal pada sistem saraf untuk menghentikan kontraksi otot dan memberikan bantuan dengan segera. Sebagai sumber yang kaya natrium dan kalium, air acar juga mengembalikan cairan dan menghidrasi tubuh orang yang mengonsumsinya.
Setelah Alcaraz terlihat mengonsumsi minuman tersebut selama jeda medis, petenis berkebangsaan Jerman tentu saja mempertanyakan mengapa ia diizinkan beristirahat dalam pertandingan karena kram. Ia bahkan mengatakan bahwa Grand Slam tersebut berupaya lebih untuk menguntungkan dua petenis unggulan teratas, yang dapat dilihat sebagai sindiran terhadap insiden penutupan atap stadion selama pertandingan sebelumnya yang dimainkan oleh juara bertahan, Jannik Sinner.
"Sungguh tidak bisa dipercaya ia dirawat karena kram, itu omong kosong. Kalian melindungi kedua orang itu (Alcaraz dan Sinner) di setiap kesempatan,” terdengar suara Zverev terhadap pengawas pertandingan.
Perlu dicatat, Alcaraz juga menerima pijatan di paha bagian dalam selama jeda pertandingan. Oleh karena itu, apakah masalah yang memaksanya istirahat hanya berupa kram atau karena cedera yang lebih serius, masih terbuka untuk diinterpretasi.
Di sisi lain Zverev, merespons kontroversi tersebut dengan sangat baik. Ia memenangkan set ketiga melalui babak tiebreak. Ia kemudian menekan servis Alcaraz di sepanjang set keempat. Petenis berkebangsaan Spanyol yang masih berjalan dengan pincang, berhasil bertahan tetapi kalah lagi di set berikutnya melalui babak tiebreak sehingga pertandingan berlanjut ke set kelima yang dimenangkan petenis berkebangsaan Spanyol.
Artikel Tag: Australian Open 2026, alexander zverev, Carlos Alcaraz