Kemepora Kecewa Dengan Pernyataan Ketua KONI
Juru Bicara Kemenpora, Gatot S Dewa (tengah)
Ligaolahraga.com – Kementerian Pemuda dan Olahraga melaui juru bicaranya, Gatot S. Dewa Broto, menyatakan bahwa pihaknya tidak senang dengan komentar yang dikeluarkan Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI), Tono Suratman.
Hal tersebut berkaitan dengan pernyataan Tono Suratman, yang membantah telah menjalin kesepakatan dengan Tim Transisi terkait peyelenggaraan pertandingan sepak bola Pra PON 2016.
Sebelumnya Kemenpora telah bertemu dengan KONI dan Tim Transisi, di kantor Kemenpora, pada Selasa (6/10) lalu. Pada pertemuan tersebut, pihak KONI diwakili oleh Wakil Ketua Umum, Inu Nugroho, dan Sekjen, E. F Hamidy. Sedangkan Tim Transisi diwakili Bibit Samad Rianto selaku Ketua, dan Cheppy T. Wartono, sebagai Anggota.
Dari hasil dari pertemuan tersebut, kedua belah pihak sepakat untuk berkolaborasi dalam Pra PON 2015 cabang sepak bola. Sesuai kesepakatan baru, kualifikasi PON 2016 cabor sepak bola akan dilangsungkan pada November 2015. Jadwal itu sesungguhnya mengacu pada jadwal yang sudah dibuat Tim Transisi.
Menariknya, beberapa jam setelah pertemuan itu, Tono yang tidak hadir saat bertemu dengan KONI membantah adanya kesepakatan yang terjalin. Ia juga mengungkapkan bahwa Tim Transisi tidak bisa seenaknya menggantikan tugas PSSI untuk mengelola Pra PON cabang sepak bola.
Sebab KONI sudah mengeluarkan surat tertanggal 26 Agustus 2015 dan memberikan kewenangan kepada PSSI menjadi pelaksana dan penyelenggara babak kualifikasi cabang olahraga tersebut.
"Kemarin pak Tono telah menugaskan jajaran untuk berdiskusi dengan Tim Transisi yang difasilitasi Kemenpora. Seharusnya dia menghormati hasil dari keputusan diskusi itu," ujar Gatot S Dewa, seperti dilansir Bola.com.
"Pihak Kemenpora menyesalkan dengan adanya komentar itu. Aturan pak Tono mengerti keputusan itu karena saat ini PSSI status dibekukan, dan tugasnya sedang diambil alih oleh Tim Transisi," sambungnya.
Awalnya jadwal Pra PON 2016 yang telah dibuat oleh PSSI selaku federasi sepak bola nasional. Namun akhirnya mengalami penundaan dalam pelaksanaannya seiring adanya ijin dari pihak kepolisian. Tidak adanya ijin pertandingan, karena surat rekomendasi Tim Transisi kepada Mabes Polri. Tim Transisi tidak menghendaki peran PSSI karena statusnya masih dibekukan oleh Kemenpora.