Kanal

Kemalangan Di French Open Motivasi Aryna Sabalenka Di Musim Clay-Court

Penulis: Dian Megane
15 Apr 2024, 20:29 WIB

Aryna Sabalenka [image: getty images]

Berita Tenis: Aryna Sabalenka mengatakan ia memperlakukan setiap kekalahan sebagai peluang untuk belajar karena ia menargetkan lolos ke final French Open untuk kali pertama pada musim 2024.

Petenis peringkat 2 dunia akan kembali beraksi pada pekan ini di Stuttgart Open yang akan menampilkan delapan dari petenis peringkat 10 besar. 12 bulan lalu, ia melangkah ke final turnamen tersebut sebelum kalah dari Iga Swiatek.

Pencapaian tersebut membuka jalan bagi kesuksesan juara Australian Open musim 2024 di turnamen clay-court setelah pada musim yang sama ia memenangkan gelar Madrid Open sebelum melenggang ke semifinal French Open untuk kali pertama dalam kariernya.

“Saya pikir Stuttgart adalah tempat yang baik untuk mengawali musim clay-court. Anda secara perlahan mulai memasuki nuansa clay-court,” ungkap Sabalenka. “Saya ingin melakoni banyak turnamen sebelum Grand Slam, jadi, menurut saya itu adalah awal yang baik.”

Menurut petenis yang telah mengantongi dua gelar Grand Slam, keyakinan adalah kunci untuk mendapatkan kesuksesan di clay-court. Dari 26 final yang telah ia lakoni, enam di antaranya ia lakoni di clay-court dengan memenangkan dua gelar, yaitu di Madrid Open, turnamen yang unik karena ketinggian dari tempat tersebut, yang membuat bola melaju dengan lebih cepat dibandingkan di turnamen lain yang digelar di clay-court Eropa.

“Penting bagi setiap petenis untuk mengetahui bahwa mereka bisa bermain di setiap lapangan dan tidak memiliki perasaan aneh ketika meemasuki lapangan yang spesifik, lalu berpikir, ‘Oh, Tuhanku, itu bukan tempat saya, saya tidak akan bermain dengan baik di sini’. Benar-benar penting bagi saya untuk mendapatkan kesuksesan ini, memiliki keyakinan ini,” jelas Sabalenka.

Jelang musim clay-court kali ini, petenis berusia 25 tahun memiliki motivasi ekstra setelah kekalahannya di French Open musim 2023. Setelah lolos ke semifinal Grand Slam tersebut, ia kalah tiga set dari petenis berkebangsaan Ceko, Karolina Muchova. Di pertandingan tersebut, ia sempat unggul dengan 5-2 di set ketiga dan gagal mengkonversi peluang match point sebelum akhirnya kalah.

“Saya mungkin masih merasa sedih. Tetapi tidak masalah. Saya selalu mengatakan kami tidak kalah, kami belajar,” tutur Sabalenka tentang kekalahan French Open.

“Saya pikir pengalaman itu benar-benar penting bagi saya untuk mempelajari banyak hal. Semoga musim ini saya bisa sedikit lebih baik.”

Di Stuttgart Open, Sabalenka akan mengawalinya deengan menghadapi Diana Shnaider atau Paula Badosa.

Artikel Tag: Tenis, French Open, Madrid Open, Stuttgart Open, Aryna Sabalenka

Berita Terkait

Berita Terpopuler Minggu Ini

Berita Terbaru