Kelsey Plum Nilai Tawaran Terbaru WNBA Dalam Negosiasi CBA Sebagai Kemajuan
Kelsey Plum menegaskan bahwa para pemain tetap ingin bertanding dan berharap kesepakatan bisa segera tercapai tanpa harus terjadi mogok kerja. (Foto: AP)
Pebasket bintang Kelsey Plum menilai tawaran terbaru dari WNBA dalam perundingan perjanjian kerja bersama (CBA) sebagai sebuah kemajuan signifikan, meski negosiasi antara liga dan asosiasi pemain masih terus berlangsung.
Berbicara di New York jelang laga semifinal liga 3-on-3 Unrivaled di Brooklyn, Plum yang menjabat sebagai wakil presiden pertama WNBPA menegaskan bahwa para pemain tetap ingin bertanding dan berharap kesepakatan bisa segera tercapai tanpa harus terjadi mogok kerja.
“Saya ingin bermain, dan para pemain juga ingin bermain. Kami akan terus bernegosiasi dan melakukan segala cara agar ini selesai tepat waktu. Mogok kerja akan menjadi hal terburuk bagi kedua pihak, karena kami berada dalam sistem bagi hasil pendapatan. Jika tidak ada pendapatan, tidak ada yang bisa dibagi,” ujar Kelsey Plum.
Proses negosiasi CBA baru sudah berjalan hampir 17 bulan sejak WNBPA memilih keluar dari kesepakatan sebelumnya.
Perbedaan utama terletak pada skema pembagian pendapatan. Serikat pemain mengusulkan agar pemain menerima rata-rata 26 persen dari pendapatan kotor liga sebelum dipotong biaya operasional.
Sementara pihak liga menawarkan 70 persen dari pendapatan bersih setelah pengeluaran.
Serikat pemain menilai proposal liga setara dengan kurang dari 15 persen pendapatan kotor, sedangkan liga menyebut tuntutan WNBPA tidak realistis dan berpotensi menimbulkan kerugian ratusan juta dolar.
Kelsey Plum menyebut kesepakatan mengenai sistem bagi hasil pendapatan sebagai kemenangan penting bagi pemain.
Menurutnya, untuk pertama kalinya gaji pemain akan meningkat seiring pertumbuhan pendapatan liga dan tim.
“Kami berjuang keras untuk sistem ini. Kami tetap akan bernegosiasi, kami tidak sekadar menerima begitu saja. Tapi saya bangga bisa menjadi bagian dari perubahan besar bagi olahraga perempuan,” katanya.
Wakil presiden WNBPA sekaligus bintang New York Liberty, Breanna Stewart, juga sepakat dengan pandangan Plum.
Ia menilai sistem pembagian pendapatan merupakan langkah maju dibandingkan CBA 2020 dan sebelumnya.
Musim reguler WNBA dijadwalkan dimulai pada 8 Mei. Pekan lalu, liga memberi tenggat waktu hingga 10 Maret agar rancangan kesepakatan diselesaikan, atau jadwal musim bisa terdampak.
Dalam proposal terbaru, liga menawarkan percepatan kelayakan kontrak maksimum bagi pemain bintang yang masih terikat kontrak rookie.
Pemain All-WNBA tim utama dan kedua dapat memenuhi syarat kontrak maksimal pada tahun keempat.
Contohnya, tiga pilihan nomor satu draft terakhir yakni Aliyah Boston, Caitlin Clark, dan Paige Bueckers akan berpeluang mendapatkan kontrak maksimal masing-masing pada 2026, 2027, dan 2028.
Batas gaji tim pada tahun pertama kesepakatan baru juga diusulkan naik menjadi 5,75 juta dolar, meningkat dari 1,5 juta dolar pada 2025.
Berdasarkan proyeksi konservatif liga, salary cap dapat mencapai sekitar 8,5 juta dolar pada tahun keenam.
Proposal liga juga mencakup gaji maksimum hampir 1,3 juta dolar pada 2026 dan diproyeksikan mendekati 2 juta dolar pada 2031.
Sebagai perbandingan, gaji supermax pada 2025 berada di angka 249 ribu dolar. Rata-rata gaji pemain diproyeksikan mencapai 540 ribu dolar pada 2026 dan 780 ribu dolar pada 2031, naik dari 120 ribu dolar pada 2025.
Meski ancaman mogok kerja masih terbuka, pernyataan publik Plum dan Stewart menunjukkan belum ada konsensus penuh di antara pemain.
Negosiasi intensif masih berlanjut dalam beberapa pekan terakhir dengan kedua pihak saling bertukar proposal.