Kanal

Kekalahan Atalanta Tak Terjelaskan, Babak Pertama Sempurna

Penulis: Amalia Sihotang
22 Jan 2026, 12:21 WIB

Kekalahan Atalanta Tak Terjelaskan, Babak Pertama Sempurna - sumber: (footballitalia)

Berita Liga Italia – Dalam pertandingan yang berlangsung dramatis di Bergamo, Atalanta mengalami kekalahan mengejutkan 3-2 dari Athletic Club pada pertandingan fase liga ke-7 Liga Champions UEFA 2025/26. Pelatih kepala Atalanta, Raffaele Palladino, mengungkapkan kebingungannya atas perubahan drastis kinerja timnya, yang semula mendominasi babak pertama namun akhirnya harus menelan kekalahan.

Malam itu terasa aneh bagi La Dea, julukan Atalanta, yang sebelumnya telah memenangkan empat dari lima pertandingan terakhir mereka di Liga Champions. Pada paruh waktu, Atalanta unggul 1-0 berkat sundulan Gianluca Scamacca. Namun, di babak kedua, semuanya berubah ketika mereka kebobolan tiga gol akibat kesalahan defensif yang dimanfaatkan oleh Gorka Guruzeta, Nico Serrano, dan Robert Navarro. Nikola Krstovic berhasil memperkecil ketertinggalan di menit-menit akhir, tetapi itu belum cukup untuk menghindari kekalahan yang menunjukkan kurangnya kedewasaan dalam tim ini.

Palladino, yang menyaksikan timnya berada di posisi ketiga klasemen besar pada saat itu, merasa terpukul dengan kinerja yang tidak konsisten tersebut. "Penampilan ini sulit dijelaskan, babak pertama sempurna. Kami melakukan semua yang telah dipersiapkan melawan tim yang kami tahu akan datang untuk bertahan dan melakukan serangan balik," ujar Palladino kepada Sky Sport Italia. Namun, gol penyama kedudukan dari Athletic Club menjadi pukulan telak bagi Atalanta, yang akhirnya mengalami ‘blackout’ dan kebobolan gol-gol yang biasanya tidak terjadi.

Palladino juga menekankan pentingnya menunjukkan lebih banyak kedewasaan di Liga Champions, karena setiap kesalahan dapat dihukum dengan keras. Meskipun Atalanta sempat berada di peringkat delapan besar sebelum pertandingan ini dan ketiga saat jeda, kini mereka harus menghadapi pertandingan terakhir melawan Union Saint-Gilloise di peringkat 13. Meski begitu, Atalanta tetap menjadi tim Italia dengan peringkat tertinggi di Liga Champions musim ini, lebih unggul satu poin dari Inter dan Juventus.

Palladino menegaskan bahwa kekalahan ini tidak boleh membebani timnya, karena tujuan utama mereka adalah lolos ke babak play-off. "Apa yang kami tunjukkan hari ini adalah bahwa kami perlu belajar dan berkembang, ketika sesuatu tidak berjalan sesuai yang diharapkan, kami harus bertahan dalam momen sulit dan bereaksi dengan cara yang berbeda," tambahnya. Dengan upaya memahami dan menganalisis setiap pertandingan, Palladino berharap timnya dapat mengambil langkah lebih maju dalam kualitas yang saat ini masih kurang.

Artikel Tag: Atalanta, Athletic Club, liga champions, Raffaele Palladino

Berita Terkait

Berita Terpopuler Minggu Ini

Berita Terbaru