Keith Andrews Bungkam Prediksi Degradasi, Brentford Melaju ke Lima Besar
Manajer Brentford, Keith Andrews. (Foto: Barrington Coombs/PA Images via Getty Images)
Berita Liga Inggris: Keith Andrews mengaku terlalu sibuk sepanjang musim panas lalu hingga tak sempat memedulikan berbagai prediksi suram yang meramalkan Brentford akan terpuruk. Saat itu, The Bees kehilangan banyak sosok penting: manajer Thomas Frank hengkang, kapten Christian Norgaard pergi, dua mesin gol Bryan Mbeumo dan Yoane Wissa angkat kaki, serta kiper utama Mark Flekken juga tak lagi berada di klub.
Situasi tersebut membuat banyak pihak meragukan kemampuan Keith Andrews, yang naik jabatan dari pelatih bola mati menjadi manajer utama. Namun, pelatih berusia 45 tahun itu justru menjadikan Brentford sebagai salah satu kisah paling menarik di Premier League musim ini, sekaligus mematahkan prediksi pramusim yang menempatkan mereka sebagai kandidat kuat degradasi.
Menjelang akhir pekan ini, Brentford berada di posisi kelima klasemen dan mulai berani menatap papan atas. Andrews menilai semua itu tak lepas dari perencanaan matang klub. Brentford sudah menyiapkan skenario suksesi sejak dini, dengan asumsi Thomas Frank suatu saat akan pergi, seperti yang akhirnya terjadi ketika ia menerima tawaran Tottenham Hotspur. Keputusan mempertahankan Andrews di dalam struktur klub menjadi kunci penting.
“Saya tidak punya banyak waktu untuk membaca hal-hal di luar sepanjang musim panas, seperti yang bisa Anda bayangkan,” ujar Andrews. “Saya hanya fokus pada hal-hal yang bisa saya kendalikan dari hari ke hari, dan berkonsentrasi pada apa yang dibutuhkan hari itu, minggu itu.”
Ia mengakui sejak awal memiliki keyakinan besar terhadap skuadnya. “Saya sangat positif dan optimistis terhadap tim karena saya benar-benar mengenal karakter mereka. Apakah saya membayangkan kami akan berada di posisi kelima liga? Tidak,” katanya jujur.
“Saya akan berbohong jika mengatakan iya, mengingat begitu besarnya perubahan. Segalanya bisa saja berantakan di musim panas karena semua perubahan itu, tapi ini adalah bukti dari orang-orang kunci di klub yang mampu menjaga semuanya tetap berjalan dengan baik.”
Menurut Andrews, kepergian Thomas Frank memang berpotensi memicu transisi besar. Namun, nilai-nilai klub menjadi fondasi yang membuat Brentford tetap stabil. “Saya tahu betul nilai-nilai klub ini, tentang kerendahan hati, cara kami bekerja. Saya benar-benar percaya ketika Anda bekerja keras secara kolektif, hanya ada satu hasil yang akan datang,” ucapnya.
Hasil tersebut sejauh ini terbilang luar biasa. Brentford mampu menumbangkan tim-tim besar seperti Aston Villa, Manchester United, dan Liverpool di kandang sendiri musim ini, menjadikan Gtech Community Stadium sebagai benteng yang sulit ditembus.
Performa impresif itu juga didukung oleh rekrutmen pemain yang dinilai sangat tepat. Kehadiran Jordan Henderson disebut sebagai langkah cerdas, sementara Caoimhin Kelleher tampil solid di bawah mistar. Penyerang Igor Thiago, yang mencetak 17 gol musim ini, akhirnya menemukan performa terbaiknya setelah sempat terganggu cedera pada musim pertamanya usai didatangkan dengan nilai £30 juta.
Andrews pun menyoroti peran penting para pemain senior yang ia sebut sebagai “trusted lieutenants” di ruang ganti, serta hubungan kuat dengan para suporter. “Hasil yang datang dalam beberapa pekan terakhir bukanlah buah dari kerja keras beberapa pekan terakhir saja, tapi hasil dari kerja berbulan-bulan,” tegasnya.
“Itulah nilai-nilai yang menopang musim ini. Ruang ganti sangat kuat. Musim panas bukanlah periode yang mudah, dan ketika bursa transfer ditutup, saya mungkin menjadi salah satu orang paling bahagia di dunia karena saya tahu siapa yang saya miliki, siapa yang bertahan dan siapa yang tidak.”
Ia menambahkan, kombinasi pemain lama dan wajah baru menjadi faktor penting. “Ini gabungan dari orang-orang tepercaya yang sudah lama di sini dan pemain-pemain baru yang memberi dorongan segar. Kami jelas kehilangan banyak talenta, termasuk kapten tim, dan harus menggantinya agar tetap kompetitif. Saya pikir kami melakukannya dengan sangat baik.”
“Kami tidak panik membeli pemain di akhir bursa. Kami merasa nyaman dengan apa yang kami miliki, dan ada banyak kisah individu yang sukses di dalam kekuatan kolektif tim ini,” tutup Keith Andrews.
Artikel Tag: Keith Andrews, brentford, Premier League