Kei Nishikori Tutup Karier Dengan Kekalahan Di Tokyo
Kei Nishikori [image: AP]
Berita Tenis: Dengan mata berkaca-kaca, Kei Nishikori mengatakan bahwa ia "terus berjuang hingga akhir" saat mantan petenis peringkat 4 dunia mengakhiri karier profesionalnya di Japan Open, Tokyo musim 2026.
Petenis yang dikenal sebagai salah satu petenis terbaik yang belum pernah memenangkan gelar Grand Slam, kalah 6-4, 6-4 dari petenis peringkat 8 dunia, Frances Tiafoe di babak pertama Japan Open.
Petenis berusia 36 tahun menjadi petenis putra Jepang pertama yang mencapai final Grand Slam saat ia menghadapi petenis berkebangsaan Kroasia, Marin Cilic di partai puncak US Open musim 2014.
Petenis berkebangsaan Jepang pernah menaklukkan petenis berkebangsaan Serbia, Novak Djokovic — yang saat itu berstatus sebagai petenis peringkat 1 dunia — dalam perjalanannya menuju final di New York serta menaklukkan mantan petenis berkebangsaan Spanyol, Rafael Nadal untuk meraih medali perunggu Olimpiade di Rio de Janeiro musim 2016.
Namun, kariernya yang telah berjalan selama 19 musim kerap terhambat oleh berbagai cedera.
"Bermain di Jepang selalu menjadi momen istimewa," ujar Nishikori dengan penuh emosi di hadapan para pendukung tuan rumah.
"Saya berharap bisa menampilkan performa yang sedikit lebih meyakinkan. Namun, saya senang karena terus berjuang hingga akhir. Saya bangga karena tidak menyerah dan terus bermain sampai pertandingan usai."
Setelah kalah dari Tiafoe, ia melakukan putaran penghormatan di lapangan utama Tokyo — tempat ia meraih gelar juara pada musim 2012 dan 2014.
Sebuah video yang menampilkan Djokovic, Andy Murray, dan Michael Chang yang menyampaikan ucapan selamat kepada petenis berkebangsaan Jepang juga ditayangkan.
"Ketangguhan dan semangat juangmu untuk selalu bangkit kembali setelah menghadapi berbagai kesulitan sungguh patut dipuji dan dikagumi," ungkap Djokovic.
"Kita telah menjalani sejumlah pertandingan sengit di berbagai belahan dunia. Saya sangat senang kau mengakhiri karier di kota dan negaramu sendiri, di hadapan masyarakat sendiri. Kau akan mendapatkan perpisahan yang benar-benar layak kau terima."
Ia mulai bermain tenis pada usia 5 tahun dan pindah ke Florida saat berusia 14 tahun untuk berlatih. Ia memenangkan 12 gelar turnamen ATP untuk nomor tunggal di sepanjang kariernya dan mencatatkan 40 kemenangan atas petenis peringkat 10 besar.
Ia merupakan petenis putra Jepang pertama yang menembus peringkat 10 besar dan telah menginspirasi banyak petenis, termasuk petenis yang telah mengantongi empat gelar Grand Slam, Naomi Osaka.
Rasio kemenangan Nishikori sebesar 72,5% dalam set penentu merupakan yang terbaik ketiga dalam sejarah turnamen ATP, hanya kalah dari Bjorn Borg (73,4%) dan John McEnroe (72,8%).
Artikel Tag: Kei Nishikori, Japan Open, Frances Tiafoe