Kecintaan dan Kebencian: Fanbase Real Madrid Tempati Posisi Kedua dalam Peringkat AI
Kecintaan dan Kebencian: Fanbase Real Madrid Tempati Posisi Kedua dalam Peringkat AI - sumber: (givemesport)
Berita Liga Inggris – Dalam dunia sepak bola, persaingan antar klub sering kali memicu emosi yang beragam, mulai dari kecemburuan hingga ketidakpuasan historis. Beberapa basis penggemar klub sepak bola kerap kali menjadi sorotan karena mengundang ketidaksukaan dari pihak lain. Faktor seperti reputasi, rivalitas, kehadiran online, dan insiden bersejarah turut mempengaruhi persepsi ini.
Galatasaray dikenal dengan atmosfer stadion yang mengintimidasi, terutama di kandang mereka, Rams Park. Dijuluki "Neraka", stadion ini menjadi salah satu tempat paling menakutkan di sepak bola, dengan sorakan yang menggema saat mereka mencatatkan 11 pertandingan kandang Liga Champions tanpa kekalahan.
Leeds United, meskipun tidak meraih trofi besar sejak 1992, tetap mempertahankan reputasi sebagai klub yang menantang, sering terlibat persaingan dengan Liverpool dan Manchester United. Hal ini menambah status ‘cinta untuk dibenci’ mereka.
Di Amerika Selatan, Boca Juniors memiliki basis penggemar yang sangat bersemangat. Keberhasilan mereka di CONMEBOL, termasuk enam gelar Copa Libertadores, menjadikan mereka sasaran kecemburuan dari rival-rival yang kurang sukses.
Paris Saint-Germain, setelah akuisisi oleh pemilik Qatar pada 2011, menjadi pusat perhatian dengan dominasi di Ligue 1. Namun, cara mereka mencapai kejayaan ini, serta bentrokan antar-ultras, membuat mereka kurang disukai di Eropa.
Atletico Madrid, di bawah asuhan Diego Simeone, dikenal dengan gaya permainan yang konfrontatif. Rivalitas dengan Real Madrid semakin memperkuat permusuhan, baik di dalam maupun luar lapangan.
Fenerbahce, meskipun kurang sukses di Eropa akhir-akhir ini, tetap menjadi kekuatan besar di Turki. Insiden invasi lapangan yang melibatkan penggemar mereka juga menambah daftar kontroversi.
Chelsea, dengan era kesuksesan di bawah Roman Abramovich, serta sejarah hooliganisme, membangun sentimen anti-Chelsea yang kuat di kalangan rival.
Di Italia, Inter Milan dan Juventus sering menjadi pusat persaingan. Inter, dengan kesuksesan terbaru, dan Juventus, dengan skandal Calciopoli, memiliki reputasi yang memecah belah.
Manchester City, setelah dibeli oleh Abu Dhabi pada 2008, mengalami kesuksesan cepat yang menimbulkan kecemburuan. Sementara itu, Tottenham sering diejek karena dianggap gagal memenuhi ambisi mereka.
AC Milan, meskipun dicintai di Eropa, sering menjadi sasaran kecemburuan di Italia karena kesuksesan historis mereka. Sedangkan, Millwall tetap dikenal dengan budaya penggemar yang agresif.
Barcelona, yang pernah dikagumi secara global, kini menghadapi reaksi balik akibat dominasi dan tuduhan kesombongan penggemar. Liverpool, dengan basis penggemar global yang besar, sering dikritik oleh rival karena dianggap memiliki mentalitas korban.
Manchester United, di bawah Sir Alex Ferguson, mendominasi dan menjadi pusat perhatian, membuat mereka dicintai sekaligus dibenci. Di Skotlandia, rivalitas sengit antara Celtic dan Rangers didorong oleh perpecahan sektarian.
Di Spanyol, Real Madrid dianggap sebagai klub mapan dengan kekayaan dan pengaruh yang besar, membuat mereka banyak dibenci. Sedangkan Lazio, dengan sejarah kontroversi terkait kelompok ultras ekstremis, sering menjadi sorotan negatif secara internasional.
Artikel Tag: Real Madrid