Kalidou Koulibaly Tetap Optimistis Meski Senegal Kalah dari Prancis
Kalidou Koulibaly nilai Senegal tidak pantas kalah telak dari Prancis. (Foto: Marc Atkins/Getty Images)
Berita Piala Dunia: Kalidou Koulibaly menegaskan Senegal tidak perlu merasa malu meski kalah 3-1 dari Prancis pada laga pembuka Grup I Piala Dunia 2026. Menurut kapten Senegal itu, timnya mampu memberikan perlawanan sengit dan bahkan beberapa kali merepotkan Les Bleus sebelum akhirnya tumbang akibat kualitas individu lawan pada babak kedua.
Senegal tampil berani sepanjang pertandingan di Stadion New York New Jersey, Rabu (17/6/2026) dini hari WIB, dan sempat terlihat mampu menandingi permainan Prancis. Namun, dua gol Kylian Mbappe serta satu gol Bradley Barcola membuat upaya Les Lions de la Teranga untuk mengawali turnamen dengan hasil positif harus berakhir sia-sia.
Kalidou Koulibaly menilai timnya sebenarnya tampil sangat baik, terutama pada babak pertama. "Saya pikir kami tidak perlu malu dengan penampilan di babak pertama. Kami memainkan babak pertama yang sangat bagus dan mampu menekan mereka. Pada babak kedua mereka kembali dengan tekanan yang lebih besar dan mulai menekan kami ketika kehilangan bola," ujar Koulibaly.
Bek berusia 34 tahun itu juga merasa skor akhir tidak sepenuhnya mencerminkan jalannya pertandingan. "Skornya sedikit terlalu berat dan saya pikir itu tidak pantas. Namun, itulah sepak bola. Semua ditentukan oleh detail-detail kecil. Hari ini kami gagal dalam beberapa situasi penting," kata Kalidou Koulibaly.
Meski kecewa karena memulai turnamen dengan kekalahan, Koulibaly mengingatkan bahwa Senegal menghadapi salah satu tim terbaik dunia. "Kekalahan di laga pertama tentu disayangkan. Kami tahu Senegal biasanya memulai kompetisi dengan kuat. Namun ini pertandingan yang sangat sulit melawan tim yang mencapai final dalam dua edisi terakhir, jadi mereka memang salah satu tim terbaik di dunia," lanjutnya.
Koulibaly menegaskan timnya harus segera melakukan evaluasi sebelum pertandingan berikutnya. Ia menyoroti kesalahan saat kehilangan bola dan lemahnya pertahanan sebagai aspek yang harus dibenahi. "Kami harus memperbaiki detail-detail kecil, terutama kehilangan bola. Secara defensif kami juga harus membenahinya. Kebobolan tiga gol di Piala Dunia adalah jumlah yang sangat besar," jelas sang kapten.
Ia juga meminta seluruh pemain tetap bersatu meski hasil yang diraih mengecewakan. "Kami sedang berada dalam sebuah turnamen. Kami harus mengingat hal-hal positif dan bekerja lebih keras pada aspek yang belum berjalan baik. Kami marah karena ingin memenangkan pertandingan. Saya tahu kami mengecewakan banyak pendukung, tetapi kami harus tetap bersatu," tegasnya.
Gelandang Senegal, Idrissa Gana Gueye, memiliki pandangan serupa. Menurutnya, hasil akhir tidak mencerminkan keseimbangan permainan di lapangan. "Kami memulai pertandingan dengan baik. Sayangnya pada babak kedua kami kebobolan gol-gol tersebut. Saya pikir skor ini sangat, sangat berat, tetapi inilah sepak bola," ujar Gueye.
Gueye percaya kekalahan ini masih bisa menjadi pelajaran berharga untuk dua laga berikutnya. "Ini baru awal kompetisi dan saya pikir pertandingan ini akan membantu kami memperbaiki kesalahan yang kami buat. Itu yang paling penting. Kami masih memiliki dua pertandingan lagi dan tujuan kami tetap sama, yaitu lolos dari fase grup," kata pemain veteran tersebut.
Senegal berikutnya akan menghadapi Norwegia yang sukses mengalahkan Irak 4-1 pada laga pertama. Pertandingan Grup I itu akan berlangsung pada Selasa (23/6/2026) pagi WIB di Stadion New York New Jersey.
Artikel Tag: Prancis, Kalidou Koulibaly, Senegal, Piala Dunia 2026