Kalah 0-2, Ketenangan Timnas Putri Indonesia Dapat Sorotan
Winger kanan Timnas Putri Indonesia, Rosdila Siri Nurrohmah
Berita Super League Indonesia: Hasil minor harus diterima Timnas Putri Indonesia dalam ajang Garuda Championship Series. Menjamu Singapura di kandang sendiri, Garuda Pertiwi dipaksa menyerah 0-2.
Bertanding di Stadion SPOrT Jabar Arcamanik, Kota Bandung, tim asuhan Satoru Mochizuki takluk lewat gol Danelle Tan dan Nicole Lim Yanxiu. Usaha untuk mengejar ketinggalan tidak membuahkan hasil meski mengurung di sisa laga.
Seusai pertandingan, sang pelatih kepala tak bisa menyembunyikan rasa kecewa. Dia pun meminta maaf kepada masyarakat Indonesia karena gagal membawa Timnas Putri meraih kemenangan di kandang sendiri.
"Saya mau minta maaf dan saya sangat merasa sedih karena walaupun kita bermain di kandang tapi kita akhirnya kalah pada pertandingan malam ini," ujar Satoru Mochizuki saat memulai pernyataan usai laga pada sesi konferensi pers.
Pelatih asal Jepang ini mengapresiasi usaha pemain yang berjuang selama 90 menit. Namun evaluasi juga harus dilakukan dan yang menjadi catatan utamanya adalah faktor ketenangan ketika di atas lapangan.
"Jadi pemain sudah berjuang dengan baik, berjuang dengan keras. Mungkin dengan tambahan saran saya, seharusnya tadi permainan bisa berjalan lebih baik atau mungkin kedudukan bisa berbalik," kata coach Mochi.
Kelengahan terjadi dari para penggawa Timnas Putri karena barisan belakang cukup rapuh di awal. Kedua gol Singapura lahir ketika laga berjalan 10 dan 22 menit. Baru setelah itu, Safira Ika dan kawan-kawan jadi lebih waspada.
Tapi ketinggalan dua gol membuat pemain jadi panik dan cenderung terburu-buru. Baik ketika mengalirkan bola maupun mengambil keputusan. Akibat para pemain tidak tenang, gol yang dicari pun tak kunjung tiba.
"Ya memang kalau kita mau bedah lebih jelas lagi, mungkin agak sulit dijelaskan. Kalau dilihat dari latihan terakhir, pemain sudah bisa bermain untuk membawa bola dengan baik. Tapi mungkin di hari ini kesusahan memulai pertandingan untuk mendapatkan ritme yang bagus," kata dia.
"Mungkin baiknya pemain bisa lebih tenang lagi di dalam permainan. Memang dalam sepakbola, saat kita sudah kehilangan ritme, susah untuk bisa membangun ritme kembali. Seharusnya pemain bisa lebih tenang lagi," tutup Satoru Mochizuki.
Artikel Tag: Satoru Mochizuki, Timnas Putri Indonesia, SPOrT Jabar Arcamanik