Josh Taylor Yakin Aston Brown Bisa Bersinar di Kelas Menengah Inggris
Aston Brown dijadwalkan kembali bertarung pada 17 April mendatang melawan Sam Gilley, mantan penantang gelar Inggris kelas menengah junior. (Foto: Fight TV)
Mantan juara dunia sejati kelas welter ringan, Josh Taylor, memberikan dukungan kepada Aston Brown untuk akhirnya menunjukkan potensinya dan menjadi kekuatan baru di divisi kelas menengah Inggris.
Brown (9-0, 4 KO) memulai karier profesionalnya pada 2015, namun perjalanan kariernya sempat terhenti setelah mengalami cedera tangan serius dalam debutnya.
Cedera tersebut membuatnya harus menjalani masa istirahat panjang dari dunia tinju.
Selama periode tersebut, kehidupan Brown justru mengalami kemunduran. Petinju asal Glasgow itu sempat terjerumus ke dalam masalah kecanduan hingga akhirnya harus menjalani hukuman penjara akibat kasus penyerangan.
Namun kini Aston Brown telah bangkit. Ia berhasil meninggalkan masa kelamnya dan menjalani kehidupan yang lebih stabil.
Petinju berusia 34 tahun itu bahkan telah mencatat enam kemenangan meyakinkan sejak kembali naik ring.
Kebangkitan tersebut membuat Brown merasa berada dalam kondisi terbaik, baik secara fisik maupun mental, dibandingkan dalam satu dekade terakhir.
Aston Brown dijadwalkan kembali bertarung pada 17 April mendatang melawan Sam Gilley, mantan penantang gelar Inggris kelas menengah junior.
Pertarungan tersebut akan menjadi bagian dari laga pendukung duel utama antara Cristobal Lorente dan Nathaniel Collins II yang memperebutkan gelar juara Eropa kelas bulu.
Taylor mengenal Brown dengan baik karena keduanya pernah berlatih bersama ketika masih menjadi bagian dari tim amatir Team GB.
Berdasarkan pengalaman tersebut, Taylor yakin Brown masih memiliki kemampuan untuk bersaing di level tinggi.
“Dia bisa bertarung,” kata Taylor kepada The Ring.
Menurut Taylor, masa jeda panjang dari dunia tinju justru memberikan keuntungan bagi Brown karena tubuhnya tidak mengalami keausan akibat latihan keras dan sparring yang intens selama bertahun-tahun.
“Dia memang kehilangan banyak waktu, tapi tubuhnya tidak mengalami kerusakan karena selama periode itu dia tidak menjalani latihan fisik berat secara terus-menerus,” ujar Taylor.
Ia juga menilai pengalaman hidup yang berat membuat Aston Brown memiliki fokus baru dalam kariernya.
“Pengalaman itu mungkin justru membuatnya lebih fokus. Sekarang dia harus memanfaatkan kesempatan yang ada sebaik mungkin,” tambahnya.
Meski demikian, Brown tidak memiliki banyak waktu untuk berjalan perlahan.
Pertarungan melawan Gilley akan menjadi ujian besar karena lawannya dianggap memiliki level yang lebih tinggi dibandingkan lawan-lawan sebelumnya.
Namun Brown tampaknya siap menerima tantangan tersebut demi membuka jalan menuju persaingan di papan atas divisi kelas menengah.
Taylor menilai momentum sangat penting bagi seorang petinju, sesuatu yang ia sendiri alami ketika meraih status juara dunia sejati.
Ia percaya Brown harus memanfaatkan setiap kesempatan yang datang.
Menurut Taylor, performa impresif Brown dalam beberapa pertarungan terakhir bahkan bisa membuat petinju lain di divisi tersebut enggan menghadapinya.
“Ia petinju yang tangguh dan tidak akan mundur menghadapi siapa pun,” ujar Taylor.
Artikel Tag: Josh Taylor