Jorge Martin Pimpin Klasemen, Aprilia Tetap Beri Bezzecchi Kesempatan
Jorge Martin dan Marco Bezzecchi
Berita MotoGP - Jorge Martin mulai menjauh dari Marc Marquez dalam persaingan gelar juara dunia MotoGP 2026 setelah tampil kuat di MotoGP Austria. Namun Aprilia belum berniat meminta Marco Bezzecchi mengalah demi memaksimalkan peluang juara Martin.
Jorge Martin kini memimpin klasemen MotoGP 2026 dengan keunggulan 12 poin atas Marc Marquez setelah menjalani akhir pekan yang solid di Red Bull Ring, Austria.
Pembalap Aprilia itu mengawali balapan dengan meraih kemenangan di Sprint Race setelah Pedro Acosta yang sempat memimpin melakukan kesalahan. Pada balapan utama, Acosta tampil dominan dan keluar sebagai pemenang, sementara Martin finis di posisi kedua.
Hasil tersebut membuat Martin mengumpulkan poin penting dari Austria. Sebaliknya, Marc Marquez hanya finis kelima pada balapan utama setelah sebelumnya menempati posisi kedua di Sprint Race.
Marco Bezzecchi juga tampil konsisten dengan dua kali finis ketiga. Namun, hasil tersebut belum cukup untuk mempertahankan jaraknya dengan rekan setimnya. Bezzecchi kini tertinggal 42 poin dari Martin.
Situasi tersebut memunculkan pertanyaan apakah Aprilia nantinya akan menerapkan team orders untuk membantu Martin dalam perburuan gelar melawan Marquez. Terlebih, Martin akan meninggalkan Aprilia untuk bergabung dengan Yamaha pada akhir musim, sedangkan Bezzecchi telah memperpanjang kontraknya bersama tim.
CEO Aprilia Massimo Rivola menegaskan pihaknya belum akan menerapkan team orders selama kedua pembalap masih memiliki peluang secara matematis untuk menjadi juara dunia.
"Saya rasa tidak. Selama para pembalap masih memiliki peluang secara matematis, sudah seharusnya kami memberi mereka kesempatan untuk bersaing," kata Rivola kepada Sky Sport Italia.
"Saya berharap kedua pembalap saya masih memiliki peluang secara matematis hingga balapan terakhir. Jadi, saya rasa tidak," lanjutnya.
Rivola juga menilai pengalaman Martin dalam persaingan perebutan gelar menjadi salah satu keunggulannya atas Bezzecchi. Martin sudah pernah menjadi juara dunia pada 2024 setelah sebelumnya gagal meraih gelar pada 2023.
"Jorge memiliki dua keuntungan besar dibanding Marco. Pertama, dia sudah memenangkan kejuaraan dunia. Kedua, dia juga pernah kehilangan gelar," ujar Rivola.
Menurutnya, pengalaman menghadapi kegagalan dan kemudian berhasil menjadi juara memberikan pelajaran penting bagi seorang pembalap dalam mengelola tekanan perebutan gelar.
Artikel Tag: aprilia, Jorge Martin, Marco Bezzecchi