Jonassen Tantang Leong Jun Hao Kembali Kalahkan Jonatan Christie
Jonatan Christie-Leong Jun Hao/[Foto:AFP]
Ningbo - Buktikan mereka salah itulah tantangan dari direktur pelatihan tunggal nasional, Kenneth Jonassen. Ia telah menantang Leong Jun Hao dan Justin Hoh untuk melepaskan predikat sebagai yang terbaik kedua setelah Indonesia dengan memberikan kemenangan mengejutkan di babak pertama Kejuaraan Bulu Tangkis Asia 2026 di Ningbo Olympic Sports Center hari ini.
Leong Jun Hao akan menghadapi pemain peringkat 4 dunia Jonatan Christie, sementara Justin akan berhadapan dengan Alwi Farhan, yang sedang dalam performa bagus setelah menjadi runner-up di Swiss Open bulan lalu.
Kenneth Jonassen mengakui tugas berat yang ada di depan, tetapi percaya bahwa kedua pemain telah siap setelah menjalani pertandingan di Eropa baru-baru ini dan kelemahan mereka telah diatasi dalam latihan.
“Dari apa yang saya lihat dalam praktiknya, semangatnya sangat tinggi dan fokusnya sangat kuat,” kata Jonassen.
“Banyak hal yang kita diskusikan setelah turnamen Eropa mulai diimplementasikan, dan itu sangat positif. Kejuaraan Asia akan menjadi ujian penting sebelum menghadapi tantangan yang lebih besar, dan saya menantikan untuk melihat bagaimana mereka menghadapi para pemain top Indonesia ini.”
Pelatih asal Denmark itu tetap percaya diri dengan kemampuan para pemainnya, meskipun peluang tampaknya tidak berpihak kepada mereka.
Leong Jun Hao sebelumnya pernah membuat kejutan melawan Jonatan Christie, meskipun performanya belakangan ini kurang konsisten. Dia juga kalah dari Jonatan di Malaysian Open pada bulan Januari.
Justin Hoh, di sisi lain, kesulitan menghadapi Alwi Farhan, setelah kalah dalam tiga pertandingan berturut-turut darinya, termasuk di semifinal SEA Games di Thailand Desember lalu.
Namun, Jonassen menekankan bahwa rekor masa lalu tidak terlalu berarti, dan dia ingin kedua pemain menerjemahkan kerja keras mereka baru-baru ini menjadi penampilan yang kuat di lapangan.
“Kedua pemain akan menghadapi lawan yang berperingkat lebih tinggi, jadi tolok ukur saya adalah melihat seberapa baik kami dapat menantang mereka. Saya yakin kami punya peluang, tetapi kami juga memahami level mereka."
“Yang terpenting adalah bagaimana kita melaksanakan rencana kita dan mengukur kemajuan kita. Itu sangat penting untuk pembangunan jangka panjang. Tentu saja, kemenangan selalu menyenangkan, tetapi bagi saya, yang lebih penting adalah proses di balik hasil, baik kita menang atau kalah, karena di situlah pembelajaran paling banyak terjadi,” tambahnya.
Artikel Tag: Jonatan Christie, Leong Jun Hao, Justin Hoh, Kenneth Jonassen, Alwi Farhan, Kejuaraan Bulu Tangkis Asia 2026