Jon Rahm Bersedia Terima Sanksi demi Kembali ke PGA Tour
Jon Rahm mengantisipasi kemungkinan harus menjalani skorsing selama satu tahun sebelum diizinkan kembali ke PGA Tour. (Foto: Golf Digest)
Jon Rahm menyatakan kesediaannya menerima sanksi seperti yang dijalani Brooks Koepka apabila mendapat kesempatan kembali ke PGA Tour setelah meninggalkan LIV Golf.
Namun, pegolf Spanyol itu mengaku belum yakin akan memperoleh tawaran dengan ketentuan yang sama.
Jon Rahm, juara dua turnamen major, menyampaikan hal tersebut kepada wartawan pada Selasa (3/11), menjelang Abu Dhabi Aldar Championship.
Ia mengatakan belum melakukan pembicaraan dengan PGA Tour mengenai kemungkinan kembali berkompetisi karena baru saja menyambut kelahiran anak keempatnya.
Rahm juga mengantisipasi kemungkinan harus menjalani skorsing selama satu tahun sebelum diizinkan kembali ke PGA Tour.
Hukuman tersebut sebelumnya diterapkan kepada mantan juara Masters Patrick Reed dan sejumlah pegolf lain setelah meninggalkan LIV Golf.
Jika skenario itu terjadi, Jon Rahm siap tampil di DP World Tour sepanjang 2027.
"Saya belum bisa berbicara dengan mereka. Setelah semuanya diselesaikan, mudah-mudahan dalam waktu dekat, kita akan melihat perkembangannya. Saya tidak tahu apa yang akan terjadi. Kami tahu bagaimana perlakuan yang diberikan kepada Brooks. Situasi ini berbeda dan saya tidak tahu seperti apa ketentuannya nanti," kata Rahm.
Pada Januari lalu, Koepka kembali ke PGA Tour melalui program Returning Member Program.
Kebijakan tersebut memungkinkan pegolf LIV yang telah meninggalkan PGA Tour selama sedikitnya dua tahun dan memenangi The Players Championship atau salah satu dari empat turnamen mayor sejak 2022 untuk kembali dengan sejumlah persyaratan.
Koepka harus merelakan hak kepemilikan saham pemain selama lima tahun dan tidak berhak mengikuti program bonus FedEx Cup senilai 100 juta dolar AS pada 2026.
Selain itu, atas permintaan PGA Tour, ia menyetujui donasi sebesar lima juta dolar AS untuk kegiatan amal.
Rahm, juara US Open 2024 Bryson DeChambeau, serta Cameron Smith, pemenang The Players Championship dan Open Championship 2022, juga memenuhi syarat untuk kembali melalui program tersebut.
Namun, ketiganya ketika itu memilih bertahan di LIV Golf.
Komisaris PGA Tour Brian Rolapp menyebut program tersebut sebagai kesempatan khusus yang hanya berlaku sekali dan bukan preseden untuk kasus berikutnya.
Rolapp kemudian menegaskan bahwa PGA Tour tidak berencana menghidupkan kembali kebijakan tersebut.
Meski demikian, Rahm mengatakan bersedia menerima persyaratan yang sama dengan Koepka jika kesempatan itu diberikan.
"Kemungkinan besar, ya. Mengapa tidak? Namun, saya sangat meragukan akan mendapat tawaran yang sama seperti Brooks. Jika ditawari sanksi yang persis sama, kemungkinan besar saya akan menerimanya," ujarnya.
Jon Rahm, yang sebelumnya menjadi kapten tim Legion XIII, mencapai kesepakatan pemisahan dengan LIV Golf pada 15 Oktober.
Ia dikabarkan meninggalkan lebih dari 100 juta dolar AS pembayaran kontrak yang masih menjadi haknya.
Rahm menyebut tiga tahun bersama LIV sebagai pengalaman positif, tetapi tidak menyukai perubahan dalam proyek LIV Golf 2.0.
Sementara itu, masa depan liga tersebut masih belum pasti setelah dana investasi publik Arab Saudi menghentikan pendanaan pada April dan LIV mengajukan perlindungan kebangkrutan Bab 11 pada 8 September.