Kanal

Jeff Galloway, Pelopor Metode Lari-Jalan-Lari, Meninggal Pada Usia 80 Tahun

Penulis: Hanif Rusli
26 Feb 2026, 21:33 WIB

Warisan terbesar Jeff Galloway bukan semata sebagai atlet elite, melainkan sebagai inovator pendekatan latihan yang membuat olahraga lari lebih inklusif. (Foto: AP)

Mantan atlet Olimpiade sekaligus pelopor metode lari-jalan-lari, Jeff Galloway, meninggal dunia pada Rabu (25/2) waktu setempat dalam usia 80 tahun.

Galloway wafat di sebuah rumah sakit di Pensacola, Florida, setelah mengalami stroke hemoragik.

Kabar duka tersebut dikonfirmasi oleh menantunya, Carissa Galloway. Beberapa hari sebelumnya, keluarga mengumumkan bahwa Galloway menjalani operasi bedah saraf darurat pada 20 Februari dan mengajak publik untuk memberikan dukungan.

Pengaruh Galloway terlihat jelas hingga akhir hayatnya. Banyak pelari dari berbagai penjuru dunia mengunggah video di media sosial, mendoakan kesembuhannya sekaligus menyampaikan terima kasih atas metode latihan yang telah membantu mereka berani berdiri di garis start berbagai lomba.

Jeff Galloway merupakan anggota tim Amerika Serikat pada Olimpiade 1972 di Munich, Jerman, di mana ia tampil pada nomor 10.000 meter.

Namun warisan terbesarnya bukan semata sebagai atlet elite, melainkan sebagai inovator pendekatan latihan yang membuat olahraga lari lebih inklusif.

Metode run-walk-run yang diperkenalkannya pada 1974 berawal ketika ia mengajar kelas lari di Florida State University, dua tahun setelah tampil di Olimpiade.

Saat itu, sebagian besar pesertanya sudah lama tidak berlari. Galloway kemudian mengombinasikan sesi jalan kaki dengan jogging singkat berdurasi satu menit.

Pendekatan tersebut dirancang agar peserta tidak kelelahan berlebihan. Ia menyesuaikan frekuensi jeda jalan kaki supaya tak ada yang terengah-engah hingga akhir sesi.

Hasilnya, para peserta mampu menyelesaikan ujian akhir berupa lomba 5K atau 10K dengan senyum di wajah mereka.

Menurut Galloway, jeda berjalan di tengah lari dapat menurunkan risiko cedera, menghemat energi, serta menjaga kepercayaan diri.

Ia terus menyempurnakan rasio lari dan jalan berdasarkan kecepatan serta kebutuhan individu.

Salah satu contoh keberhasilan metodenya terjadi pada Maraton Houston 1980.

Saat itu, Galloway berjalan di setiap pos air dan justru mencatat waktu 2 jam 16 menit 35 detik, lebih cepat dibandingkan beberapa maraton sebelumnya yang ia tempuh tanpa jeda berjalan.

Selain aktif menulis buku dan mengelola situs web pelatihan, Jeff Galloway juga menjadi konsultan resmi program runDisney yang digelar di berbagai resor milik The Walt Disney Company. Ia kerap hadir langsung mendampingi para peserta lomba.

Jim Vance, konsultan olahraga ketahanan asal San Diego, menyebut Galloway sebagai pionir yang menghapus hambatan mental dalam berlari.

“Berlari tidak harus menjadi ajang menyiksa diri. Seharusnya damai dan menyenangkan,” ujarnya kepada The Associated Press.

Pelatih lari Bobby McGee juga menilai metode Galloway membuat olahraga lari lebih mudah diakses masyarakat luas.

Menurutnya, dalam berbagai ajang, orang lebih membicarakan catatan waktu daripada apakah seluruh jarak ditempuh dengan berlari penuh.

Pada 2021, Galloway sempat selamat dari gagal jantung. Bahkan di usia lebih dari 80 tahun, ia masih memiliki target menyelesaikan maraton tambahan dari total lebih 230 maraton yang telah ia tempuh sepanjang hidupnya.

Jeff Galloway meninggalkan dua putra dan enam cucu.

Warisannya sebagai pelatih, inovator, dan inspirator akan terus hidup di setiap langkah para pelari yang memadukan lari dan jalan demi mencapai garis finis.

Artikel Tag: olimpiade, Maraton

Berita Terkait

Berita Terpopuler Minggu Ini

Berita Terbaru