Kanal

Jannik Sinner Lihat Hal Positif Dari Kasus Doping Yang Ia Hadapi

Penulis: Dian Megane
17 Jan 2026, 09:52 WIB

Jannik Sinner [image: getty images]

Berita Tenis: 12 bulan lalu, Jannik Sinner memasuki Australian Open dengan dibayang-bayangi kontroversi di tengah perselisihan yang sedang berlangsung antara dua badan anti-doping terkait dua tes dopingnya yang gagal.

Musim 2024, petenis berkebangsaan Italia dinyatakan positif menggunakan steroid anabolik clostebol tetapi diizinkan untuk terus bermain oleh ITIA, yang menyimpulkan bahwa ia tidak bersalah atas hasil tes positif tersebut. Sebuah panel menerima bahwa ia secara tidak sengaja terkontaminasi oleh pelatihnya, yang menggunakan trofodermin.

Namun WADA mengajukan banding atas keputusan tersebut dengan alasan bahwa petenis peringkat 2 dunia memiliki unsus tanggung jawab dalam hasil tes doping yang gagal karena ia bertanggung jawab untuk memastikan bahwa orang-orang yang bekerja untuknya mengikuti protokol yang benar.

Di tengah-tengah perselisihan tersebut, mantan petenis peringkat 1 dunia masih bisa mempertahankan gelar Australian Open. Tidak lama setelah kemenangan tersbut, ia harus menjalani larangan bertanding selama 90 hari sebagai hasil dari kesepakatan yang tercapai oleh kedua belah pihak. Di sepanjang proses, ia tidak pernah dituduh atau dicurigai melakukan kecurangan secara sengaja oleh para penyelidik.

“Musim lalu pastinya situasinya jauh lebih menyulitkan karena di momen ini pada musim lalu, saya tidak benar-benar mengetahui apa yang akan terjadi,” aku Sinner.

“Jadi, saya mencoba untuk menikmatinya ketika saya memasuki lapangan, tetapi saya masih memikirkannya dalam benak saya. Itu menyulitkan bagi saya, tetapi juga bagi keluarga saya. Saya berusaha untuk bertahan dengan orang-orang yang sangat saya cintai, yang saat itu bekerja dengan sangat baik. Saat itu juga sedikit mengecewakan.”

Sejak kembali dari larangan bertanding, petenis berusia 24 tahun telah memenangkan lima gelar lain, termasuk gelar Wimbledon pertama dalam kariernya. Dalam beberapa hari ke depan, ia akan berusaha mengikuti jejak Novak Djokovic dengan menjadi petenis putra kedua di Open Era yang memenangkan gelar Australian Open ketiga secara beruntun.

“Saya pikir semua hal terjadi karena sebuah alasan,” komentar Sinner tentang kasus doping-nya. “Hal tu membuat saya bahkan menjadi lebih kuat sebagai seorang individu. Saya menjadi jauh lebih dewasa karena saya melihat hal-hal yang tidak berjalan sesuai rencana dengan cara yang berbeda. Apa pun hasilnya di lapangan, itu semua hanya bonus.”

“Saya juga menjalani olahraga ini dengan jalan yang sangat berbeda saat ini, yaitu santai, tetapi saya mengerahkan semua yang saya miliki. Hal itu menyeimbangkan semua hal. Jadi, ya, saya merasa sangat gembira.”

Mengawali usaha mempertahankan gelar Australian Open pada musim 2026, Sinner akan menghadapi petenis berkebangsaan Prancis, Hugo Gaston di babak pertama.

Artikel Tag: Tenis, australian open, Jannik Sinner

Berita Terkait

Berita Terpopuler Minggu Ini

Berita Terbaru