Jannik Sinner Jelaskan Isu Fisik Yang Dialami Dalam Kekalahan Di Paris
Jannik Sinner [image: getty images]
Berita Tenis: Jannik Sinner beralih dari ambang kemenangan babak kedua menjadi kekalahan mengejutkan di French Open, Roland Garros musim 2026.
Berbicara pada konferensi pers setelah menelan kekalahan lima set dari petenis berkebangsaan Argentina, Juan Manuel Cerundolo di babak kedua French Open, petenis berkebangsaan Italia menjelaskan masalah yang dialaminya pada hari yang panas di lapangan utama Roland Garros.
Petenis peringkat 1 dunia hanya harus memenangkan satu game lagi menuju kemenangan setelah ia unggul dengan 5-1 di set ketiga, tetapi tidak mampu melewatinya karena petenis peringkat 56 dunia, Manuel Cerundolo mengamankan kemenangan dramatis.
“Saya kesulitan, mulai merasa sangat pusing,” ungkap Sinner setelah rekor kemenangan beruntun terbaik dalam kariernya, 30 kemenangan, berakhir di ibu kota Prancis.
“Energi sangat rendah. Mencoba untuk menyelesaikan pertandingan dengan servis, tetapi tidak memiliki banyak energi. Di set keempat, saya sedikit lengah, mencoba untuk memiliki lebih banyak energi di set kelima. Game pertama sangat penting. Tidak bisa mempertahankan servis. Kemudian performa saya sedikit menurun.”
“Saya bangun pagi ini, merasa tidak enak badan, dan mencoba untuk mempersingkat poin. Awalnya saya juga memukul bola dengan sangat rapi, sangat apik, kemudian saya seperti menabrak tembok, dan itu saja.”
Terlepas dari kesulitan fisiknya sendiri, petenis unggulan pertama ingin menyoroti permainan Manuel Cerundolo, yang tampil sangat solid di paruh kedua pertandingan yang digelar di Court Philippe-Chatrier.
“Saya merasa kurang baik di lapangan, tetapi hal itu bisa terjadi,” lanjut Sinner. “Saya berada di posisi yang bagus, juga di set ketiga. Saya tidak bisa menyelesaikannya dengan servis. Kemudian saya cukup kesulitan. Tetapi selamat juga untuknya. Saya tidak ingin mengurangi pujian untuknya. Ia memainkan pertandingan yang sangat solid, terutama di akhir, dan itulah olahraga.”
Terlepas dari kekalahan mengejutkan di babak awal French Open, petenis berusia 24 tahun dapat merenungkan musim clay-court yang gemilang dengan mencatatkan 18-1, di mana ia berhasil menyapu bersih ketiga turnamen Masters 1000 yang digelar di permukaan tersebut (Monte Carlo, Madrid, Roma). Rafael Nadal adalah satu-satunya petenis lain yang menorehkan prestasi tersebut pada musim 2010.
Bahkan setelah kehilangan 1.250 poin dengan tersingkir di babak kedua, petenis berkebangsaan Italia tetap menjadi petenis peringkat 1 dunia, mengungguli rival beratnya, Carlos Alcaraz yang tengah menepi dari hingar-bingar dunia tenis karena cedera.
“Saya selalu berusaha melihat sisi positifnya,” tukas Sinner. “Jika anda melihat keseluruhan rangkaian pertandingan di clay-court, sangat bagus. Bermain dengan sangat, sangat, sangat apik, memenangkan tiga turnamen berturut-turut di clay-court. Datang ke sini, juga bagaimana saya bermain tenis, saya merasa sangat baik. Memukul bola dengan baik, bergerak dengan baik, dan kali ini memang bukan takdir saya.”
“Saya pikir banyak hal yang menyebabkan masalah ini, tetapi sekali lagi, itu bisa terjadi. Saya hanya membutuhkan waktu sekarang untuk memproses apa yang salah di sini dan juga hal-hal positif yang dapat kami terapkan dalam latihan yang baik beberapa pekan sebelum Wimbledon. Juga, karena setelah Wimbledon, kita memiliki turnamen penting yang akan datang, turnamen di Montreal, Cincinnati, dan US Open. Masih banyak yang harus dimainkan musim ini.”
Artikel Tag: French Open, Jannik Sinner, Juan Manuel Cerundolo