Jalen Duren Resmi Bertahan, Ingin Berkarier Lama di Pistons
Jalen Duren Resmi Bertahan, Ingin Berkarier Lama di Pistons - sumber: (mainbasket)
Berita Basket NBA
Drama negosiasi kontrak antara Jalen Duren dan Detroit Pistons akhirnya menemui titik terang. Setelah menjalani pembicaraan yang cukup rumit, Duren kini memperoleh kepastian masa depannya bersama tim yang bermarkas di Little Caesars Arena tersebut. Dengan selesainya negosiasi panjang ini, Duren siap menyongsong musim 2026-2027 dengan fokus penuh.
Pemain berusia 22 tahun ini telah menyepakati kontrak bernilai fantastis, 200 juta dolar AS, yang akan mengikatnya selama lima tahun ke depan. Dalam pernyataannya, Duren mengungkapkan rasa lega dan kebahagiaannya sekaligus menegaskan komitmennya untuk menghabiskan seluruh karier di Detroit.
"Saya ingin memberikan segala yang saya punya untuk kota ini dan para penggemar. Kalian akan mendapatkan seluruh kemampuan yang saya miliki. Saya ingin semua orang tahu bahwa saya benar-benar percaya pada apa yang sedang kami bangun," ujar Duren dengan penuh semangat, seperti dilansir laman resmi NBA.
Negosiasi yang berjalan alot tersebut akhirnya menemui titik temu menjelang batas waktu yang ditetapkan. Bahkan, Duren sempat absen di awal kamp pelatihan Pistons karena ketidakpastian tersebut. Namun, keyakinan Duren terhadap Detroit tidak pernah pudar. "Sejak pertama kali saya datang ke Detroit, saat latihan pertama saya di sini, saya sudah mengatakan kepada agen saya bahwa ini adalah tempat yang saya inginkan. Di sinilah saya merasa seperti di rumah. Di sinilah saya merasa paling nyaman," ungkapnya penuh keyakinan.
Sejak dipilih sebagai pilihan No. 13 dalam Draft 2022 dan ditukar oleh Hornets ke Detroit pada malam draft, Duren telah mencurahkan seluruh karier NBA-nya untuk Pistons. Musim lalu menjadi salah satu yang paling gemilang dalam kariernya. Duren mencatatkan prestasi dengan terpilih sebagai All-Star dan masuk dalam All-NBA Third Team, berkat rata-rata 19,5 poin dan 10,5 rebound per gim dengan akurasi tembakan mencapai 65 persen dalam 70 pertandingan.
Namun, perjalanan playoff tidak semulus musim reguler. Performa Duren mengalami penurunan, mencatatkan 10,2 poin dan 8,5 rebound per gim. Pistons akhirnya harus mengakui keunggulan Cleveland Cavaliers dalam tujuh pertandingan di semifinal. "Musim lalu menjadi salah satu periode terbaik dalam karier saya, tetapi juga salah satu yang terburuk. Saya mengakui hal itu. Saya belajar bahwa daripada menghabiskan energi untuk marah, lebih baik saya menggunakannya untuk meningkatkan kemampuan saya," imbuh Duren, bijak menatap masa depan.
Foto: NBA
Artikel Tag: Detroit Pistons, Jalen Duren