Jake Paul dan Rousey Sindir UFC usai Data Penonton Freedom 250 Dirilis
Jake Paul (tengah) berpose dengan Ronda Rousey dan Gina Carano usai pertarungan mereka. (Foto: Fight TV)
Jake Paul dan Ronda Rousey melontarkan sindiran kepada UFC serta CEO Dana White setelah angka penonton ajang UFC Freedom 250 di Gedung Putih tidak mampu melampaui rekor yang sebelumnya dibukukan Most Valuable Promotions (MVP).
Berdasarkan data yang diumumkan Paramount pada Kamis (19/6) waktu setempat, UFC Freedom 250 yang digelar di South Lawn, Gedung Putih, Amerika Serikat, mencatat rata-rata tujuh juta penonton di wilayah Amerika Serikat.
Jumlah tersebut masih berada di bawah rata-rata 9,3 juta penonton di Amerika Serikat yang dilaporkan Netflix untuk ajang promosi MVP pada 16 Mei lalu.
Dalam acara tersebut, Ronda Rousey hanya membutuhkan waktu 17 detik untuk mengalahkan Gina Carano melalui submission armbar.
Selisih sekitar 2,3 juta penonton itu langsung dimanfaatkan Jake Paul untuk melontarkan komentar melalui media sosial X.
"Sebagai promotor tinju, rasanya menyenangkan bangun pagi ini sebagai promotor MMA terbesar," tulis Jake Paul.
Paul merupakan pendiri Most Valuable Promotions bersama mantan kepala keuangan UFC, Nakisa Bidarian. Pernyataannya merujuk pada capaian jumlah penonton yang diklaim lebih tinggi dibandingkan acara UFC Freedom 250.
Ronda Rousey juga ikut memberikan respons. Mantan juara UFC tersebut menyindir Chief Business Officer UFC, Hunter Campbell, melalui unggahan di platform X.
"Lmao! Kiss my a** Hunter Campbell," tulis Rousey.
Menurut Netflix, ajang yang dipromosikan MVP tidak hanya mencatat rata-rata 9,3 juta penonton di Amerika Serikat, tetapi juga menghasilkan total 12,4 juta penonton dengan puncak hampir mencapai 17 juta penonton secara keseluruhan.
Meski demikian, angka tersebut belum diverifikasi secara independen oleh Nielsen, lembaga yang selama ini menjadi standar industri dalam pengukuran jumlah penonton televisi.
Sementara itu, Paramount menyatakan UFC Freedom 250 berhasil menjangkau total 17 juta penonton jika digabungkan antara wilayah Amerika Serikat dan Amerika Latin.
Perusahaan juga menjelaskan bahwa data tersebut disusun berdasarkan pengukuran Nielsen dan Adobe Analytics.
UFC Freedom 250 sebelumnya menjadi sorotan karena digelar di kawasan Gedung Putih dan menampilkan duel perebutan gelar kelas ringan antara Justin Gaethje dan Ilia Topuria sebagai laga utama.
Meski sukses menarik perhatian publik, data jumlah penonton yang dirilis setelah acara justru memicu perdebatan baru mengenai besarnya daya tarik masing-masing promotor di dunia olahraga tarung.
Sindiran dari Jake Paul dan Rousey pun menambah panas persaingan antara MVP dan UFC, terutama di tengah upaya kedua promotor memperluas jangkauan penonton melalui platform siaran yang berbeda.