Jae Youl Kim Lanjutkan Kepemimpinan ISU Empat Tahun Lagi Sampai 2030
Hasil tersebut memastikan Jae Youl Kim menjalani masa jabatan kedua selama empat tahun hingga 2030. (Foto: AP)
Jae Youl Kim kembali dipercaya memimpin International Skating Union (ISU) setelah terpilih kembali secara aklamasi sebagai presiden dalam kongres organisasi yang berlangsung di Tenerife, Jumat (12/6).
Hasil tersebut memastikan Kim menjalani masa jabatan kedua selama empat tahun hingga 2030.
Pemilihan berlangsung tanpa gejolak, berbeda dengan situasi yang terjadi di Federasi Ski dan Snowboard Internasional (FIS), yang sehari sebelumnya mengganti presidennya setelah pemungutan suara berlangsung ketat.
Kepercayaan yang kembali diberikan kepada Kim datang hanya beberapa bulan setelah dirinya terpilih menjadi anggota Dewan Eksekutif Komite Olimpiade Internasional (IOC) sebagai wakil cabang olahraga musim dingin.
Posisi tersebut membuatnya berpeluang tetap berperan hingga Olimpiade Musim Dingin 2034 di Utah.
Jae Youl Kim, yang pernah menempuh pendidikan di Amerika Serikat dan memiliki latar belakang sebagai eksekutif Samsung, menilai Olimpiade Musim Dingin Milano-Cortina 2026 menjadi salah satu pencapaian terbesar ISU selama kepemimpinannya.
"Milano merupakan kesuksesan besar. Kami tidak bisa meminta hasil yang lebih baik. Arena pertandingan sangat baik dan para atlet kami tampil luar biasa," ujar Kim.
Olimpiade tersebut menghadirkan sejumlah kisah menarik, termasuk keberhasilan bintang seluncur indah Amerika Serikat Alysa Liu meraih medali emas, penampilan Ilia Malinin, serta kiprah atlet seluncur cepat Belanda, Jutta Leerdam.
Jae Youl Kim mengaku ingin mempertahankan daya tarik olahraga seluncur kepada masyarakat.
Ketertarikannya terhadap olahraga itu telah tumbuh sejak kecil ketika bermain di danau dan kolam yang membeku di Seoul.
Sebelum memimpin ISU, Jae Youl Kim pernah menjabat sebagai Ketua Korea Skating Union dan turut terlibat dalam panitia penyelenggara Olimpiade Musim Dingin Pyeongchang 2018.
Menurutnya, atlet harus tetap menjadi pusat perhatian dalam setiap kebijakan organisasi.
Ia bahkan menyebut telah mengikuti akun media sosial Jutta Leerdam jauh sebelum atlet tersebut bertunangan dengan petinju sekaligus kreator konten Jake Paul.
Kim juga memberikan apresiasi kepada Alysa Liu atas penampilan luar biasanya di Olimpiade, sekaligus memuji sikap Ilia Malinin yang tetap tegar setelah gagal meraih medali akibat terjatuh pada program bebas.
"Para atlet adalah aset utama yang kami miliki. Kami harus memberikan segala dukungan agar mereka benar-benar menjadi bintang," katanya.
Selain meningkatkan perhatian terhadap atlet, ISU juga berupaya membuat olahraga seluncur lebih mudah dipahami penonton.
Kim menilai sistem penilaian saat ini sudah terlalu rumit sehingga banyak penggemar kesulitan memahami perolehan angka selama pertandingan.
Sebagai bagian dari pembaruan, ISU menggandakan lebih dari dua kali lipat dana hadiah untuk musim depan menjadi 11,1 juta dolar AS dari sebelumnya 5,4 juta dolar AS.
Organisasi juga menambah bantuan biaya perjalanan bagi federasi anggota sebesar 2,1 juta dolar AS.
Kim berharap tambahan dana tersebut tidak hanya dinikmati para juara, tetapi juga atlet yang konsisten finis di 10 besar meski belum naik podium.
Mengenai kemungkinan kembalinya atlet Rusia ke seluruh kejuaraan ISU, Kim mengatakan pembahasan belum masuk agenda kongres kali ini.
Dewan ISU yang baru akan menentukan waktu yang tepat untuk mengambil keputusan, setelah sebelumnya atlet Rusia hanya diizinkan mengikuti jalur kualifikasi menuju Olimpiade Milano-Cortina di tengah masih berlanjutnya pembatasan akibat invasi militer Rusia ke Ukraina.
Kim menegaskan seluruh kebijakan yang diambil ISU akan berorientasi pada masa depan olahraga seluncur.
Ia berharap dua dekade mendatang organisasi tersebut dapat dikenang sebagai federasi yang selalu mengambil keputusan yang tepat.
Artikel Tag: IOC