Jadi Bahan Eksperimen, Bek Muda Persib Tidak Canggung
Indra Mustafa
Berita Liga 1 Indonesia : Bek muda Persib menikmati peran anyar dia sebagai full back dalam skema empat pemain bertahan. Tampil sebagai bek kanan, Indra Mustafa pun mampu menunjukan kemampuan dalam bertahan dan menyerang sama baiknya.
Mario Gomez sejak menangani Persib memang doyan melakukan otak-atik posisi baru bagi beberapa pemain. Sebelumnya Supardi, Puja Abdillah, Gian Zola hingga Billy Keraf dicoba main di area yang tidak biasa mereka tempati.
Kini giliran Indra Mustafa yang menjadi kelinci percobaan Mario Gomez. Indra yang sejatinya punya posisi natural sebagai stoper dicoba Gomez menjadi bek kanan. Bahkan selama 90 menit dia main sebagai full back ketika melawan Maung Anom.
Menanggapi hal itu, Indra mengaku dirinya tidak canggung ketika bermain di pos tersebut. Karena sebelumnya dia sudah jadi bahan eksperimen pelatih yang juga memintanya menyisir wilayah flank. Bahkan satu gol bisa dia ciptakan di reserve game tersebut.
“Sebenarnya disebut sesuatu yang baru engga, memang pernah juga dipasang di bek kanan di U-19 pernah cuma ga sampai ditandingin juga," jelas Indra ketika diwawancara.
Pemain asal Bogor itu pun mengakui dirinya sudah cukup terbiasa bermain sebagai full back dan cepat beradaptasi di pos barunya. "Mungkin sebelum di U-19 pernah juga tampi di posisi itu, engga bisa dibilang posisi baru juga sih,” jelasnya.
Sebagai pemain, Indra pun siap mengikuti seluruh instruksi dari pelatih. Dia memang mengakui nyaman bermain sebagai bek tengah. Namun ketika pelatih meminta main di posisi lain dia harus siap menerima itu.
“Jadi pelatih maunya apa kita harus siap, gimanapun pemain bola engga satu posisi saja harus bisa beberapa posisi,” ujar pemain berusia 18 tahun ini.
Indra sendiri merupakan pemain dengan kemampuan melepa throw in yang sangat jauh. Lemparannya bisa menjadi senjata layaknya set piece sepak pojok atau tendangan bebas. Bermain jadi bek sayap, potensi Indra pun bisa lebih dimaksimalkan oleh tim.
Artikel Tag: Persib, Mario Gomez, Liga 1, Bandung, Indra Mustafa