Iskandar Zulkarnain Targetkan Anak Asuhnya Minimal 32 Besar Dunia Musim Ini
Iskandar Zulkarnain/[Foto:NST]
Kuala Lumpur - Pelatih kepala tunggal putri Iskandar Zulkarnain Zainuddin mengatakan target 32 dunia dalam waktu enam bulan telah ditetapkan sebagai tolok ukur bagi pemain bulu tangkis tunggal putri Malaysia, karena BAM (British Academy of Feathers) berfokus pada pengembangan jangka panjang yang terstruktur, bukan hasil jangka pendek.
Target tersebut berlaku untuk pemain peringkat 42 dunia K. Letshanaa dan pemain peringkat 43 dunia Wong Ling Ching, dengan paruh pertama musim dipandang sebagai fase penting dalam membangun konsistensi di sirkuit internasional.
"Untuk enam bulan pertama, kami menargetkan keduanya untuk masuk ke dalam 32 besar," kata Iskandar.
"Dari situ, kami akan menyesuaikan jadwal turnamen mereka setelah enam bulan tersebut." Iskandar Zulkarnain menekankan bahwa kemajuan harus diukur langkah demi langkah, dengan ekspektasi yang dikelola secara hati-hati seiring para pemain melanjutkan pengembangan mereka.
"Harapan saya terhadap keduanya saat ini tidak terlalu tinggi karena kami fokus pada target yang lebih besar di kemudian hari." "Yang penting adalah mereka tetap sabar dan mempercayai prosesnya."
"Dari segi mentalitas, saya tidak ingin mereka merasa bahwa mereka sudah mencapai level tertinggi."
"Kita masih dalam sebuah proses, dan kita harus percaya bahwa proses ini membutuhkan waktu," kata Iskandar.
Terobosan terbaru Ling Ching, termasuk kemenangan mengejutkan atas pemain seperti Michelle Li dari Kanada yang berada di peringkat 13 dunia, dan Gregoria Mariska Tunjung dari Indonesia yang berada di peringkat 14 dunia, telah meningkatkan kepercayaan diri dalam tim, tetapi Iskandar tetap berhati-hati.
"Ini sangat membantu. Kariernya mengalami pasang surut, tetapi sekarang dia mulai melangkah lebih jauh."
"Namun, saya tidak ingin terlalu menekannya karena perjalanannya masih panjang dan permainannya masih perlu diasah."
Meskipun secara teknis yakin dengan kemampuan para pemainnya, Iskandar Zulkarnain mengidentifikasi kondisi fisik sebagai kesenjangan utama yang memisahkan mereka dari para pemain elit dunia.
"Secara teknis, saya yakin kita sudah sampai di sana. Tetapi secara fisik, kita masih tertinggal sekitar 30 persen."
"Karena itu, terkadang kita kehilangan kesabaran dalam pelaksanaan taktik dan teknik kita selama pertandingan."
Ia menjelaskan bahwa kekurangan fisik tersebut sering memengaruhi pengambilan keputusan dan konsistensi dalam pertarungan yang lebih panjang, sehingga daya tahan menjadi fokus utama, khususnya bagi Letshanaa.
"Bukannya Letshanaa tidak kuat, dia kuat. Di gym, dia bisa melakukan segalanya. Yang perlu ditingkatkan adalah daya tahannya selama pertandingan, dan program latihan kami harus disesuaikan secara tepat untuk itu," kata Iskandar.
Artikel Tag: Iskandar Zulkarnain, Wong Ling Ching, bam