Insiden Buruk Mirra Andreeva Di Wimbledon Berakhir Dengan Perpisahan Pilu
Mirra Andreeva [image: getty images]
Berita Tenis: Hanya beberapa pekan setelah memenangkan gelar French Open musim 2026, Mirra Andreeva hampir tidak dapat membayangkan perubahan yang begitu menyakitkan.
Kampanye sang petenis di Wimbledon musim 2026 berakhir dengan kekalahan telak melawan juara Wimbledon musim 2024, Barbora Krejcikova, membuktikan betapa cepatnya keberuntungan berubah dalam dunia tenis profesional. Dan kekalahan yang memilukan tersebut membuat sang petenis belia kewalahan, diakhiri dengan luapan emosi di lapangan yang menggambarkan betapa beratnya momen tersebut.
“Saya merasa pertandingan itu jelas sulit,” aku Andreeva dalam konferensi pers pasca pertandingan. “Ia bermain dengan bagus. Saya merasa memiliki beberapa peluang, tetapi tidak berjalan sesuai keinginan saya. Jadi, ia pemenang hari ini. Saya rasa saya membutuhkan beberapa hari untuk pulih.”
Saat petenis berusia 19 tahun terus berbicara, emosinya menjadi terlalu kuat untuk ditahan. Ia berhenti sejenak dan menutupi wajahnya dengan tangan sambil mencoba menyeka air matanya.
“Maaf. Ini akan membutuhkan waktu. Mungkin beberapa hari. Kemudian saya akan kembali berlatih untuk turnamen hard-court. Saya tidak tahu di mana turnamen selanjutnya. Saya masih perlu berbicara dengan tim saya untuk melihat di mana saya akan bermain selanjutnya,” tambah Andreeva.
Kekecewaan di lapangan langsung terlihat begitu poin terakhir berakhir. Frustrasi karena kalah, petenis peringkat 5 dunia melemparkan raketnya ke dekat kursi wasit.
Juara French Open musim 2026 kesulitan untuk kembali tenang setelah memenangkan set pertama. Saat pertandingan lepas kendali, ia berulang kali menunjukkan rasa frustrasinya di lapangan. Pada satu momen, ia melampiaskan amarahnya kepada pelatihnya asal Spanyol, Conchita Martinez dan kepada wasit. Ia bahkan memukul raketnya sendiri ke kepalanya.
Selama jeda medis di set kedua, juara di Linz musim 2026 duduk di kursinya dan berulang kali mengatakan kepada wasit bahwa lawannya yang berusia 30 tahun, Krejcikova pantas mendapat hukuman karena menghalangi lawan, sementara petenis berkebangsaan Ceko tengah menerima perawatan di ruang ganti lapangan utama.
Setelah pertandingan, petenis berusia 19 tahun tidak langsung mengambil raketnya. Sebaliknya, ia terlebih dahulu berjabat tangan dengan Krejcikova dan wasit sebelum duduk untuk mengumpulkan barang-barangnya yang lain.
Dengan tersingkirnya Andreeva, ia menjadi petenis unggulan lima besar pertama yang tersingkir dari Wimbledon nomor babak tunggal putri musim ini. Sementara itu, lawannya asal Ceko merayakan kemenangan yang tidak terlupakan dan melaju ke babak ketiga untuk menghadapi rekan senegaranya, Nikola Bartunkova.
Artikel Tag: wimbledon, Barbora Krejcikova, Mirra Andreeva