Ignacio Buse Akui Kelola Hal-Hal Menyulitkan Dengan Sangat Baik
Ignacio Buse
Berita Tenis: Ignacio Buse menghargai kemenangannya yang patut dipuji atas Matteo Berrettini di perempatfinal Rio Open musim 2025 yang berkali-kali terganggu oleh hujan dan membahas kontroversi yang dialaminya dengan petenis berkebangsaan Italia.
Apa yang dilakukan petenis berkebangsaan Peru di turnamen ATP level 500, Rio Open bukan suatu kebetulan, melainkan hasil kerja keras selama bermusim-musim dan proses pematangan yang solid.
Di usianya yang baru 21 tahun, ia akan membuat lompatan besar dalam peringkat setelah turnamen di Rio de Janeiro dan hanya tinggal dua pertandingan lagi untuk meraih gelar turnamen ATP pertama dalam kariernya. Setelah mengalahkan Berrettini, ia berbicara dengan media yang terakreditasi di sana, seperti Lautaro Miranda.
Seorang petenis yang komplet, perpaduan sempurna antara daya saing dan ketenangan, mahir dalam manajemen emosi, dan pekerja keras alami di dunia tenis, terus-menerus menemukan cara untuk berkembang dan menjadi benteng di clay-court.
Itulah petenis berkebangsaan Peru dan itulah kunci kesuksesannya di Rio Open pekan ini. Tidak puas hanya dengan menyingkirkan petenis harapan tuan rumah, Joao Fonseca, ia kemudian mengalahkan Berrettini yang merupakan mantan petenis peringkat 10 besar dan finalis Grand Slam.
Cara petenis berusia 21 tahun meraih kemenangan tersebut mencerminkan kelebihannya dengan baik. Secara taktik, dengan cerdas ia memaksa petenis berkebangsaan Italia bergerak luas di lapangan, gesit untuk menangkis servisnya, dan sangat efisien dalam mengendalikan semua ketegangan akibat gangguan hujan.
Setelah lebih dari 4 jam bertarung, termasuk penundaan karena hujan, petenis berkebangsaan Peru keluar sebagai pemenang dan mengamankan satu tempat di semifinal, memastikan ia meninggalkan Rio de Janeiro dengan peringkat terbaik dalam kariernya sampai saat ini dengan berada di peringkat 70 besar.
“Pertandingan itu sangat aneh karena banyaknya penundaan akibat hujan. Saya datang dengan rencana taktis yang sangat baik, melakukan hal-hal sesuai keinginan kami, dan saya percaya kuncinya adalah tetap fokus selama jeda,” ungkap Buse.
“Itu tidak mudah, menjadi sangat lama, tetapi saya berhasil tetap fokus pada apa yang harus saya lakukan untuk melawan kekuatan besarnya.”
Di pertandingan tersebut, sempat ada momen yang menjadi kontroversi.
Petenis berkebangsaan Italia mencoba menghentikan pertandingan ketika Buse unggul dengan 5-2 di set ketiga. Hujan kembali turun dan ia menganggap tidak mungkin untuk melanjutkan pertandingan, yang menuai ketidaksetujuan dari penonton Brasil yang mendukung petenis berkebangsaan Peru. Wasit menganggap lapangan layak untuk dilanjutkan, meskipun petenis berkebangsaan Italia memprotes dengan marah.
“Saya ingin bermain, tetapi memang benar garis lapangan sudah licin dan berbahaya. Selain itu, servis terasa tidak nyaman karena hujan semakin deras dan mengenai mata saya saat melihat ke atas. Saya berhasil mengatasinya dengan sangat baik," ujar Buse.
Artikel Tag: Rio Open, Matteo Berrettini