Hilary Knight Kritik Candaan “Tidak Pantas” Trump soal Tim Hoki Es Putri AS
Kapten tim hoki es putri AS Hilary Knight (kiri) dan Presiden Donald Trump. (Foto: AP)
Kapten tim hoki es putri Amerika Serikat, Hilary Knight, menilai komentar Presiden Donald Trump terkait tim nasional putri sebagai candaan yang tidak pantas dan mengalihkan perhatian dari keberhasilan atlet wanita di Olimpiade Milano.
Pernyataan Trump muncul saat ia berbicara kepada tim hoki es putra Amerika Serikat yang baru saja meraih medali emas di Milano.
Dalam suasana perayaan di ruang ganti, Trump mengundang para pemain untuk menghadiri pidato kenegaraan State of the Union di Washington.
Ia kemudian menambahkan dengan nada bercanda bahwa tim putri juga harus diundang, karena jika tidak, ia “mungkin akan dimakzulkan.”
Komentar tersebut memicu reaksi luas setelah videonya beredar di media sosial. Sejumlah pemain putra terlihat tertawa dalam rekaman itu, yang kemudian menuai kritik dari sebagian publik.
Dalam wawancara di program SportsCenter, Hilary Knight menyebut pernyataan tersebut sebagai “candaan yang tidak menyenangkan” dan mengatakan hal itu menutupi pencapaian besar tim putri di Olimpiade Musim Dingin Olimpiade Musim Dingin Milano-Cortina 2026.
“Saya pikir itu semacam candaan yang kurang pantas, dan sayangnya itu menutupi banyak kesuksesan, terutama keberhasilan para atlet wanita di Olimpiade yang membawa prestasi emas untuk Tim USA,” ujar Knight.
Knight menegaskan bahwa fokus tim saat ini adalah merayakan pencapaian mereka, termasuk tiga medali emas dalam sejarah program hoki es putri AS serta keberhasilan langka ketika tim putra dan putri sama-sama meraih emas dalam satu edisi Olimpiade.
Tim putri Amerika Serikat memastikan emas setelah menaklukkan Kanada 2-1. Knight mencetak gol penyeimbang di dua menit terakhir waktu normal, sebelum Megan Keller mencetak gol kemenangan di babak tambahan.
Sementara itu, penyerang tim putra Jack Hughes dan saudaranya, Quinn Hughes, menegaskan hubungan erat antara kedua tim. Mereka menyebut kebersamaan di Olympic Village memperkuat rasa saling mendukung.
“Kami sangat dekat dengan mereka. Setelah kami menang emas, kami bersama di kafetaria dini hari sebelum kembali ke wisma atlet,” kata Jack Hughes dalam wawancara terpisah.
Hilary Knight juga menekankan adanya rasa saling menghormati antara kedua tim. Ia menilai reaksi di ruang ganti terjadi dalam situasi spontan dan tidak mencerminkan hubungan sebenarnya.
Penjaga gawang tim putra, Jeremy Swayman, mengakui bahwa respons mereka seharusnya bisa berbeda.
Namun ia menegaskan kebanggaan berbagi medali emas dengan tim putri akan selalu menjadi momen berharga.
Meski tim putra menghadiri undangan State of the Union, tim putri menolak undangan tersebut dengan alasan jadwal akademik dan profesional yang telah ditetapkan setelah Olimpiade.
Bagi Hilary Knight, yang menjalani Olimpiade kelimanya dan memastikan diri sebagai pemain paling berprestasi dalam sejarah hoki es putri AS dengan dua emas, 15 gol, dan 33 poin Olimpiade, momen ini menjadi refleksi penting.
“Ini pelajaran yang baik untuk lebih berhati-hati dalam berbicara tentang perempuan, bukan hanya di olahraga tetapi juga di berbagai bidang. Prestasi perempuan tidak boleh tertutupi oleh hal lain selain kehebatan itu sendiri,” ujarnya.
Artikel Tag: Hoki es