Hasil French Open: Doa Korda Terkabul Usai Bukukan Laga Lawan Nadal
Sebastian Korda luapkan kegembiraannya usai memastikan diri lolos ke babak keempat French Open 2020
Berita Tenis: Meski memasuki Roland Garros musim ini tanpa kemenangan di turnamen ATP, Sebastian Korda masih bertahan di French Open musim ini.
Bahkan dengan kemenangan 6-4, 6-3, 6-1, termasuk mendaratkan 48 winner, atas Pedro Martinez, petenis muda AS tersebut menjadi qualifier pertama yang melaju ke babak 16 besar French Open dalam sembilan musim terakhir. Qualifier terakhir yang melenggang ke babak keempat French Open adalah Alejandro Falla pada musim 2011.
Di babak kedua, Martinez tampil mengagumkan dengan hanya kehilangan empat game saja bahkan set ketiga ia menangkan tanpa balas ketika berhadapan dengan Mikhail Kukushkin, tetapi ia tidak menemukan jawaban untuk menghentikan laju lawannya asal AS.
Petenis muda AS sekarang akan menantang petenis yang dipertimbangkan sebagai petenis terbaik di clay-court, Rafael Nadal yang telah 12 kali menjuarai French Open dan Nadal melaju ke pekan kedua di Roland Garros musim ini tanpa kehilangan satu set pun.
“Saya berdoa agar Rafa menang,” harap Korda sebelum Nadal mengalahkan Stefano Travaglia dengan tiga set langsung di babak ketiga.
“Maksud saya, ia idola saya. Ia salah satu alasan kenapa saya memilih bermain tenis. Hanya dengan menyaksikannya bermain, ia kompetitor yang menakjubkan. Darinya saya belajar mentalitas yang tidak pernah menyerah. Kapanpun saya berada di lapangan, saya berusaha untuk menjadi seperti dirinya. Bahkan saya pernah menamai kucing saya dengan Rafa. Hal itu memperlihatkan betapa saya mengidolakannnya.”
Sebelum pekan ini, hanya dua petenis yang melenggang ke babak keempat Grand Slam tanpa memenangkan gelar ajang Challenger terlebih dulu. Kini Korda dan petenis tuan rumah, Hugo Gaston berada dalam daftar tersebut.
Petenis berusia 20 tahun memasuki Grand Slam di Roland Garros musim ini dengan catatan 0-3 di turnamen ATP. Petenis peringkat 213 dunia melakukan debut di turnamen ATP pada musim 2018 di New York Open sebelum kalah dari rekan senegaranya, Frances Tiafoe. Musim ini ia turun di Cincinnati Open (kalah dari Emil Ruusuvuori) dan US Open (kalah dari Denis Shapovalov).
Petenis peringkat 213 dunia mengikuti jejak langkah ayahnya, mantan petenis peringkat 2 dunia, Petr Korda yang menjadi runner up French Open musim 1992. Ayahnya tampil 11 kali di Roland Garros dan mencatatkan 15 kemenangan dari 26 pertandingan.
“Ayah saya sangat suportif. Tujuan hidup saya adalah memenangkan dua Grand Slam, jadi saya akan memiliki satu gelar lebih banyak daripada ayah saya,” aku Korda.
“Kedua orang tua saya sangat luar biasa. Dengan semua hal yang berjalan saat ini, mereka sangat bangga. Saya tidak bisa lebih merasa bersyukur atas dukungan mereka.”
Petenis muda AS telah memenangkan enam pertandingan dari babak kualifikasi French Open musim ini dan hanya kehilangan dua set dalam perjalanan menuju babak keempat. Ia memenangkan tiga kemenangan dua set langsung di babak kualifikasi sebelum mengantongi dua kemenangan empat set melawan Andreas Seppi dan John Isner demi melaju ke babak ketiga.
Dengan kemenangan atas Martinez, Korda menjadi petenis pertama di luar peringkat 200 besar yang melaju ke babak keempat di Grand Slam clay-court. Sebelum kemenangan atas Seppi di babak pertama, petenis asli Florida belum pernah melakoni turnamen ATP di atas clay-court.
Artikel Tag: Rafael Nadal, Tenis, French Open, Pedro Martinez, Sebastian Korda