Harapan Stan Wawrinka Jelang Penampilan Terakhir Dalam Kariernya Di Paris
Stan Wawrinka [image: getty images]
Berita Tenis: Petenis berkebangsaan Swiss, Stan Wawrinka siap untuk penampilan ke-21 dalam kariernya sekaligus kali terakhir di Roland Garros, Paris musim 2026.
Memainkan musim pamungkas di dunia tenis profesional sebelum pensiun, mantan petenis peringkat 3 dunia telah menerima wildcard untuk turun di French Open, Roland Garros, yang akan digelar pekan depan.
Dan petenis berusia 41 tahun akan memasuki French Open sebagai mantan juara, setelah mengalahkan petenis berkebangsaan Serbia, Novak Djokovic di final musim ini, tetapi ia memiliki rencana besar di Paris jauh sebelum itu.
Menyampaikan harapan untuk penampilan terakhirnya di French Open, Wawrinka mengatakan kepada situs website Roland Garros, “Saya tahu ini akan istimewa, dengan semua kenangan yang saya miliki di Paris.”
“Ada beberapa turnamen yang menonjol, sangat istimewa dan Grand Slam di Roland Garros jelas salah satunya. Semoga saya bisa memenangkan beberapa pertandingan dan menikmati lapangan ini dan para penonton untuk terakhir kalinya.”
Petenis yang telah mengoleksi tiga gelar Grand Slam tentu saja akan menerima sambutan hangat dari para penggemar ketika ia turun ke lapangan untuk pertandingan pembukanya.
Dan seperti sang petenis sendiri, mereka pasti sangat ingin melihat legenda Swiss tersebut meraih kemenangan setidaknya sekali lagi, meskipun itu tentu tidak akan mudah bagi petenis berusia 41 tahun. Saat ini ia mencatatkan 6-10 untuk musim 2026 dan sekarang berada di peringkat 119 dunia.
Tentu saja, petenis berkebangsaan Swiss saat ini belum mendekati level performa yang ia tunjukkan pada penampilan tidak terlupakan di Roland Garros musim 2015. Ia menyingkirkan petenis-petenis hebat seperti Roger Federer dan Jo Wilfried Tsonga sebelum mengalahkan Djokovic dengan 4-6, 6-4, 6-3, 6-4 untuk merebut gelar juara.
Mengenang perjalanan epik tersebut, Wawrinka berkata, “Saya tidak pernah merasa tidak terkalahkan. Sayangnya, saya berhadapan dengan legenda-legenda luar biasa itu. Tentu saja, selama pertandingan saya memainkan tenis terbaik saya.”
“Sebenarnya, saya tidak datang pada musim itu dengan percaya diri, memasuki pertandingan dengan keyakinan bahwa saya bisa menang. Di lapangan, saya hanya fokus pada momen itu dan menemukan permainan tenis terbaik saya.”
“Saya tumbuh di clay-court tumbuh besar menyaksikan spesialis clay-court, saya tumbuh besar menyaksikan French Open dan bermimpi mungkin suatu hari nanti bisa bermain di sana. Itu adalah bagian dari diri saya. Ini sangat istimewa, terutama dengan level permainan seperti itu melawan Novak.”
Dua musim kemudian, Wawrinka hampir saja mengulangi prestasi heroik tersebut, tetapi ia kalah dari Rafael Nadal di final musim 2017. Tetapi, ia mampu mengalahkan Nadal di final Australian Open musim 2014 dan Djokovic sekali lagi di final US Open musim 2016.
Artikel Tag: Rafael Nadal, Novak Djokovic, Stan Wawrinka, French Open