☰
Kanal
✕

Hampir Berhenti Dari Tenis, Alejandro Davidovich Fokina Ungkap Alasannya

Penulis: Dian Megane
20 Okt 2026, 21:31 WIB

Alejandro Davidovich Fokina [image: getty images]

Berita Tenis: Petenis berkebangsaan Spanyol, Alejandro Davidovich Fokina hampir menyerah pada karier tenisnya beberapa musim sebelum menjalani musim terbaik dalam kariernya pada musim 2026.

Petenis berusia 27 tahun baru saja menjuarai Shanghai Open musim 2026 — gelar Masters pertama dalam kariernya — setelah mengalahkan sejumlah petenis seperti Alexander Zverev, Rafael Jodar, dan Frances Tiafoe.

Gelar Shanghai Open merupakan gelar ketiga yang diraih petenis berkebangsaan Spanyol. Sebelumnya, ia juga pernah memenangkan gelar di Chengdu dan Mallorca, setelah sempat menelan kekalahan dalam lima final yang ia lakoni sebelumnya.

Petenis peringkat 13 dunia digadang-gadang akan meraih kesuksesan besar setelah memenangkan gelar juara kategori remaja di Wimbledon pada musim 2017. Tetapi, ia kini mengakui bahwa kemenangan tersebut justru hampir membuatnya berhenti bermain tenis sama sekali.

Ia berpartisipasi dalam Wimbledon kategori junior pada musim 2017 dan berhasil meraih gelar juara dalam ajang yang juga diikuti oleh sejumlah pemain seperti Jack Draper dan Sebastian Korda.

Dalam episode terbaru siniar Tennis Insider Club, ia berbincang dengan mantan petenis peringkat 4 dunia, Caroline Garcia, mengenai pengalamannya menjadi juara Grand Slam kategori junior. Ia mengakui sempat kesulitan menghadapi tekanan yang ia berikan pada dirinya sendiri setelah pencapaian tersebut, bahkan sempat terpikir untuk berhenti bermain tenis sama sekali.

“Saat saya menjuarai Wimbledon kategori junior, saya bahkan tidak sanggup memegang raket. Anda tahu, ketika meraih pencapaian besar, perhatian orang-orang pun lebih tertuju kepada anda. Itu adalah kali pertama saya mencatatkan prestasi besar dalam karier tenis saya, jadi situasinya tidaklah mudah,” kenang Davidovich Fokina.

“Selama tiga bulan setelahnya, saya mengikuti turnamen level futures dan justru kalah dalam pertandingan-pertandingan yang seharusnya bisa saya menangkan. Ada satu momen di mana saya sempat ingin berhenti bermain tenis karena tidak kuat menanggung tekanan tersebut.”

Saat ditanya dari mana tekanan tersebut berasal, Davidovich Fokina melanjutkan, “Menurut saya, itu lebih karena diri saya sendiri, saya tidak memiliki kepercayaan diri seperti yang saya miliki saat ini, dibandingkan dengan tiga atau empat musim yang lalu.”

“Saat anda berusia 18 atau 19 tahun, tengah bermain dengan baik, lalu tiba-tiba selama tiga bulan tidak ada pertandingan, anda pasti akan bertanya pada diri sendiri, ‘Apakah saya memang sehebat itu atau apakah performa bagus saya waktu itu hanya kebetulan selama satu pekan saja?’”

“Di usia 17 atau 18 tahun — kecuali mungkin dalam kasus Rafael Nadal yang memenangkan gelar Grand Slam, itu cerita yang berbeda — anda belum menghasilkan cukup uang untuk bisa terus bermain tenis. Anda membutuhkan sponsor untuk menanggung biaya perjalanan, kebutuhan tim, dan segala keperluan lainnya.”

Kini, Davidovich Fokina akan kembali ke Eropa untuk melakoni turnamen hard-court dalam ruangan yang digelar di Basel dan Paris.

Artikel Tag: alexander zverev, Alejandro Davidovich Fokina, Shanghai Open

Berita Terkait

Berita Terpopuler Minggu Ini

Berita Terbaru