Kanal

Hakim Alabama Mundur dari Gugatan Kelayakan Bermain Charles Bediako

Penulis: Hanif Rusli
30 Jan 2026, 20:50 WIB

Hasil akhir kasus Charles Bediako ini berpotensi berdampak luas terhadap sistem aturan atlet perguruan tinggi di Amerika Serikat. (Foto: AP)

Proses hukum terkait gugatan kelayakan bermain pebasket Universitas Alabama, Charles Bediako, terhadap NCAA mengalami perkembangan penting.

Hakim Pengadilan Sirkuit Tuscaloosa, James Roberts, secara resmi mengundurkan diri (recuse) dari penanganan perkara tersebut, sebagaimana tercantum dalam dokumen pengadilan yang diajukan pada Rabu (28/1) waktu setempat.

Kasus ini kemudian dialihkan kepada Hakim Daniel Pruet, alumnus Universitas Alabama, yang saat ini juga menangani perkara pidana besar lain yang melibatkan mantan pemain Crimson Tide, Darius Miles.

Pengalihan hakim ini terjadi setelah NCAA mengajukan mosi recusal sehari sebelumnya.

Dalam permohonannya, NCAA menyoroti adanya potensi konflik kepentingan dan persepsi publik terhadap netralitas Roberts.

Organisasi tersebut mengungkapkan bahwa Roberts tercatat sebagai donor Universitas Alabama, termasuk namanya yang tercantum di situs resmi Crimson Tide Foundation.

NCAA menilai keterkaitan tersebut dapat menimbulkan kesan keberpihakan, terlepas dari keyakinan bahwa hakim mampu bersikap objektif.

“Pengadilan di Alabama dan wilayah lain secara luas mengakui bahwa sekadar adanya kesan ketidaknetralan sudah cukup untuk mengharuskan seorang hakim mengundurkan diri,” tulis NCAA dalam dokumen pengadilan.

Menurut NCAA, sorotan media dan perhatian publik yang besar terhadap kasus ini berpotensi memperkuat persepsi tersebut, sehingga recusal diperlukan demi menjaga integritas proses hukum.

Pihak Charles Bediako tidak menentang mosi yang diajukan NCAA, sehingga pengunduran diri hakim berlangsung tanpa perlawanan.

Bediako sendiri sedang menggugat NCAA untuk mendapatkan kembali hak bermain di level perguruan tinggi, meski sebelumnya ia telah meninggalkan kampus dan mendaftarkan diri ke NBA Draft 2023.

Pebasket asal Ghana itu tidak terpilih dalam draft, namun kemudian menandatangani kontrak dua arah NBA dan menghabiskan tiga musim terakhir bermain di kompetisi G League.

Pekan lalu, Hakim Roberts sempat mengabulkan perintah penahanan sementara (temporary restraining order) yang memungkinkan Charles Bediako kembali membela Alabama, setidaknya hingga sidang lanjutan terkait permohonan injunksi digelar.

Keputusan tersebut memicu perdebatan luas di dunia bola basket perguruan tinggi.

NCAA, bersama sejumlah pelatih kampus ternama termasuk pelatih Florida Todd Golden, secara tegas menentang kembalinya Bediako ke NCAA, dengan alasan aturan kelayakan dan preseden hukum.

Sementara proses hukum terus berjalan di bawah hakim baru, Alabama — yang saat ini menempati peringkat ke-23 nasional — dijadwalkan menghadapi Florida peringkat ke-19 pada Minggu mendatang.

Status kelayakan Charles Bediako tetap menjadi sorotan, karena hasil akhir kasus ini berpotensi berdampak luas terhadap sistem aturan atlet perguruan tinggi di Amerika Serikat.

Artikel Tag: NCAA, NBA

Berita Terkait

Berita Terpopuler Minggu Ini

Berita Terbaru