Guenther Steiner Ungkap Reaksi Sang Istri Saat Dirinya Beli Tim MotoGP
Guenther Steiner akuisisi tim Tech3 di ajang MotoGP.
Berita MotoGP - Guenther Steiner akhirnya mewujudkan keinginannya terjun ke MotoGP bersama Tech3 KTM. Namun, keputusan mantan bos Haas di Formula 1 tersebut ternyata sempat mendapat reaksi keras dari sang istri yang mempertanyakan alasannya kembali bekerja keras.
Nama Guenther Steiner sudah lama dikenal di dunia Formula 1 setelah sukses menjadi salah satu figur penting di balik perjalanan Haas. Kini, pria asal Italia itu memulai petualangan baru dengan mengambil alih Tech3 KTM bersama sejumlah investor.
Keputusan tersebut ternyata tidak muncul secara tiba-tiba. Ide untuk memiliki tim MotoGP mulai terlintas di benak Steiner setelah menghadiri MotoGP Amerika di Austin pada 2024.
"Saya selalu senang menonton Kejuaraan Dunia MotoGP, tetapi tidak pernah punya waktu untuk menghadiri balapan," ujar Steiner dalam podcast High Performance.
Sepulang dari Austin, Steiner mulai membayangkan bagaimana rasanya memiliki tim sendiri di MotoGP. Setelah mencari informasi, ia mengetahui bahwa tidak tersedia lisensi baru sehingga satu-satunya cara adalah membeli tim yang sudah ada.
"Saya duduk di pesawat dalam perjalanan pulang dari Austin dan berpikir akan keren jika memiliki tim seperti itu. Ini olahraga yang sedang berkembang dan memiliki potensi," tuturnya.
Steiner kemudian mulai mencari investor untuk mewujudkan rencana tersebut. Ia akhirnya membentuk kelompok investor dan mengambil alih Tech3 KTM.
Namun, keputusan tersebut tidak sepenuhnya mendapat sambutan positif dari keluarga. Bahkan, reaksi sang istri cukup blak-blakan.
"Istri saya berkata kepada saya, 'Kamu bodoh!' Itu reaksinya yang sangat terus terang," ungkap Steiner sambil tertawa.
Sang istri mempertanyakan mengapa Steiner kembali mengambil pekerjaan yang menuntut banyak waktu setelah bertahun-tahun bekerja keras di Formula 1.
"Dia berkata, 'Mengapa kamu melakukan ini? Kamu sudah bekerja sangat keras selama beberapa tahun terakhir.' Dan dia masih mengatakan, 'Mengapa kamu melakukan semua ini?'" kata Steiner.
Meski demikian, Steiner mengaku sulit untuk benar-benar berhenti bekerja.
"Saya hanya harus melakukan sesuatu. Saya tidak bisa hanya duduk diam, itu sangat sulit bagi saya! Saya ingin melakukannya, meskipun sebenarnya saya tidak harus melakukannya," ujarnya.
Kini tantangan baru sudah menanti Guenther Steiner di Tech3. Ia harus ikut menentukan masa depan tim, termasuk komposisi pembalap untuk MotoGP 2027.
Untuk musim depan, nama Luca Marini dan Senna Agius disebut sebagai kandidat yang berpeluang mengisi kursi Tech3. Sementara itu, kondisi Maverick Vinales juga menjadi perhatian menjelang MotoGP Aragon.
Artikel Tag: motogp, Guenther Steiner, Tech3