Kanal

Graham Potter Minta Swedia Perbaiki Lini Belakang saat Hadapi Jepang

Penulis: Fery Andriyansyah
26 Jun 2026, 00:30 WIB

Graham Potter waspadai kekuatan kolektif Jepang jelang laga penentuan. (Foto: Stacy Revere/Getty Images)

Berita Piala Dunia: Graham Potter meminta Swedia memperbaiki performa lini belakang saat menghadapi Jepang pada Jumat (26/6/2026) pagi WIB dalam laga terakhir Grup F Piala Dunia 2026. Pelatih asal Inggris itu ingin timnya bangkit setelah menelan kekalahan telak 5-1 dari Belanda yang membuat peluang lolos ke babak 32 besar menjadi lebih berat.

Graham Potter menyadari Swedia tidak boleh kembali melakukan kesalahan bertahan seperti pada pertandingan sebelumnya. Saat ini, Blagult berada di peringkat ketiga Grup F dengan tiga poin, tertinggal satu angka dari Belanda dan Jepang yang sama-sama mengoleksi empat poin.

Menyoroti kelemahan timnya, Potter mengatakan, "Kami tidak boleh bertahan seperti pada pertandingan sebelumnya. Kami harus memperbaiki aspek itu. Jepang kuat di kedua sisi lapangan dan juga berbahaya melalui tengah. Kami akan menghadapi tim yang sangat bagus sehingga kami harus tampil jauh lebih baik."

Potter menilai ancaman terbesar Jepang bukan hanya berasal dari kualitas individu pemainnya. Menurutnya, kekuatan utama Samurai Biru terletak pada permainan kolektif yang membuat mereka sulit diprediksi oleh lawan.

Pelatih berusia 51 tahun itu juga mengapresiasi kedalaman skuad Jepang. Ia menyebut siapa pun yang dimainkan tetap mampu memberikan ancaman sehingga Swedia harus benar-benar disiplin sepanjang pertandingan.

Mengulas kekuatan lawan, Potter berkata, "Siapa pun yang bermain selalu memberikan ancaman. Kekuatan terbesar Jepang bukan terletak pada individu, melainkan kolektivitas mereka. Sulit menebak siapa yang akan bermain dan di posisi mana. Mereka sama kuatnya saat menyerang maupun bertahan."

Di sisi lain, Potter tetap percaya diri dengan kualitas lini depan Swedia yang diperkuat Alexander Isak dan Viktor Gyokeres. Keduanya sudah berkontribusi dalam turnamen ini dan diharapkan mampu menjadi pembeda pada laga hidup-mati melawan Jepang.

Graham Potter menegaskan para pemainnya tidak perlu takut menghadapi nama-nama besar di kubu lawan. Menurutnya, rasa hormat harus tetap ada, tetapi Swedia juga memiliki pemain berkualitas yang mampu bersaing di level tertinggi.

Menjelaskan hal tersebut, Potter mengatakan, "Saya rasa bukan rasa takut, melainkan rasa hormat. Salah satunya baru saja menjuarai Premier League dan yang lainnya memiliki karier luar biasa serta bergabung dengan klub papan atas. Meski musimnya sempat terganggu cedera, Alex tetap merupakan pemain kelas dunia."

Artikel Tag: Swedia, jepang, Piala Dunia, Piala Dunia 2026, Graham Potter

Berita Terkait

Berita Terpopuler Minggu Ini

Berita Terbaru