Shiho Kuwaki Pertahankan Dominasi Jepang di Women's British Open
Shiho Kuwaki berpose dengan trofi Women's British Open. (Foto: Golf Digest)
Shiho Kuwaki dari Jepang meraih gelar mayor pertama dalam kariernya setelah memenangkan playoff melawan Esther Henseleit dari Jerman untuk menjuarai Women's British Open di Royal Lytham & St. Annes, Minggu (2/8).
Kuwaki menutup putaran final dengan skor 1 di bawah par 70 dan sempat menunggu hampir 30 menit di ruang pencatatan skor untuk memastikan hasil akhir.
Henseleit, yang berada di grup terakhir, kemudian memaksakan playoff setelah memasukkan putt birdie sejauh sekitar 12 meter di hole ke-18 untuk mencatat 70 dan menyamai total Kuwaki, yakni 5 di bawah par 279.
Pada hole tambahan pertama, Henseleit sebenarnya memiliki peluang lebih besar untuk menang. Kuwaki harus melakukan lay-up setelah bola keduanya berada di rumput tebal di depan bunker.
Namun, pegolf Jepang berusia 23 tahun itu mampu memukul wedge hingga sekitar 90 sentimeter dari lubang dan menyelamatkan par.
Henseleit kemudian gagal memasukkan putt birdie sekitar 4,5 meter yang bisa memastikan kemenangan. Playoff pun berlanjut ke hole tambahan kedua.
Situasi berbalik pada hole tersebut. Pukulan tee Henseleit melebar ke kanan dan masuk di bawah semak gorse.
Ia berhasil mengembalikan bola ke fairway dan kemudian memukul wedge hingga sekitar 3,6 meter dari lubang.
Namun, putt par Henseleit melebar ke kiri. Kuwaki kemudian hanya perlu melakukan tap-in untuk mencatat par sekaligus memastikan gelar mayor pertamanya.
“Saya tidak percaya ini,” kata Shiho Kuwaki melalui penerjemah saat seremoni penyerahan trofi.
Kemenangan tersebut menjadi gelar mayor kelima bagi pegolf Jepang dalam tiga tahun terakhir. Jepang juga sukses mempertahankan gelar Women's British Open setelah Miyu Yamashita menjuarai turnamen tahun lalu di Royal Porthcawl.
Shiho Kuwaki, yang menempati peringkat ke-46 dunia sebelum turnamen, menjadi juara mayor Jepang kelima dalam tiga tahun terakhir.
Ia juga telah meraih dua kemenangan di Japan LPGA Tour musim ini dan kini menempati posisi keempat dalam daftar perolehan hadiah.
Yealimi Noh harus puas di posisi ketiga setelah menutup putaran dengan 74. Pegolf Amerika Serikat itu memulai hari dengan keunggulan tiga pukulan, tetapi perlahan kehilangan posisi akibat sejumlah bogey.
Nelly Korda, pegolf nomor satu dunia dan pemenang dua mayor pertama musim ini, mencatat 68 dan finis di posisi keempat bersama Jeeno Thitikul.
Sementara itu, Haeran Ryu yang berpeluang mencetak tiga kemenangan major beruntun tahun ini menutup ronde dengan dua bogey dan berada di posisi keenam.
Playoff tersebut merupakan yang kedua dalam sejarah Women's British Open sejak turnamen itu berstatus mayor pada 2001.
“Bisa berada di panggung seperti ini merupakan sebuah kehormatan. Saya hanya fokus pada setiap pukulan dan berusaha menikmatinya semaksimal mungkin,” kata Kuwaki.
Artikel Tag: lpga tour, women's british open