Kanal

LIV Golf Digugat Terkait Dugaan Penyalahgunaan Konsep Liga Golf Dunia

Penulis: Hanif Rusli
10 Jul 2026, 20:44 WIB

Dalam gugatan tersebut, para penggugat yang cetuskan konsep liga golf dunia menuntut ganti rugi sebesar 210 juta hingga 630 juta dolar AS. (Foto: Golf Digest)

Dua perusahaan asal Inggris yang mengklaim sebagai pencetus konsep liga golf dunia mengajukan gugatan terhadap LIV Golf, Dana Investasi Publik Arab Saudi (PIF), Golf Saudi, serta sejumlah individu dan entitas lainnya.

Dalam gugatan tersebut, para penggugat menuntut ganti rugi sebesar 210 juta hingga 630 juta dolar AS.

Berdasarkan dokumen pengadilan yang diperoleh ESPN, gugatan diajukan oleh kuasa hukum World Golf Group (WGG) dan Premier Golf League (PGL).

Mereka menuduh para tergugat melakukan pelanggaran kerahasiaan serta bersekongkol secara melawan hukum dalam memanfaatkan informasi bisnis milik mereka untuk meluncurkan LIV Golf.

Hingga berita ini ditulis, LIV Golf belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar terkait gugatan tersebut.

Dalam dokumen perkara, dua mantan pendiri World Golf Group, Richard Marsh dan Jed Moore, juga menjadi pihak tergugat.

Keduanya dituduh melanggar kewajiban fidusia karena membantu Arab Saudi mendirikan LIV Golf yang resmi bergulir pada Juni 2022.

Pihak penggugat menyatakan mereka pertama kali mencetuskan ide liga golf dunia bernama Premier Golf League dan selama bertahun-tahun menyusun format kompetisi, rencana bisnis, kontrak, model keuangan, hingga berbagai kekayaan intelektual yang kemudian menjadi cetak biru bagi lahirnya LIV Golf.

Menurut gugatan tersebut, LIV Golf memiliki banyak kesamaan dengan konsep liga golf dunia PGL, mulai dari format shotgun start, kompetisi individu dan beregu yang berlangsung bersamaan, sistem gugur pada kejuaraan beregu, hingga penggunaan tim beranggotakan empat pegolf yang dipimpin seorang kapten.

Gugatan juga menyebut LIV Golf awalnya mengadopsi format 54 hole sebelum kemudian berubah menjadi 72 hole.

Penggugat menyebut gagasan liga golf dunia pertama kali muncul pada 2009 melalui Andy Gardiner.

Setelah mendirikan perusahaan Mayen Limited pada 2013, Gardiner menggandeng Richard Marsh sebagai konsultan pada 2016.

Setahun kemudian, Jed Moore bergabung, dan ketiganya menjadi bagian dari sekitar 30 pendiri World Golf Group yang resmi dibentuk pada Maret 2018.

Pada 2018, Raine Group disebut sepakat menyediakan pendanaan awal senilai 100 juta dolar AS.

Selanjutnya, PIF diklaim menunjukkan minat untuk berinvestasi setelah pertemuan dengan Gardiner dan Moore dalam ajang Saudi International 2019.

Gugatan menyebut perwakilan PIF dan Golf Saudi kemudian memperoleh akses ke ruang data digital yang berisi dokumen rahasia, termasuk rencana bisnis, model keuangan, materi promosi, hingga rancangan kontrak pegolf.

Pada November 2019, PGL disebut mencapai kesepakatan awal dengan Raine Mulligan Co. mengenai investasi senilai 1 miliar dolar AS, dengan PIF berkomitmen menanamkan dana sebesar 490 juta dolar AS.

Namun, proyek tersebut bergantung pada keberhasilan PGL merekrut pegolf elite.

Rencana itu akhirnya menemui hambatan setelah sejumlah pegolf dikabarkan enggan bergabung karena ancaman sanksi dari PGA Tour serta kekhawatiran tidak memperoleh poin Official World Golf Ranking (OWGR).

Menurut penggugat, setelah negosiasi untuk mengambil alih PGL gagal mencapai kesepakatan, Arab Saudi meluncurkan LIV Golf dengan dukungan sejumlah tokoh, termasuk Phil Mickelson dan Greg Norman.

Sejak bergulir pada 2022, PIF dilaporkan telah menginvestasikan lebih dari 5 miliar dolar AS ke LIV Golf sebelum mengumumkan penghentian pendanaan pada 30 April lalu.

Kini, CEO LIV Golf Scott O'Neil disebut sedang berupaya menghimpun dana baru sebesar 300 juta dolar AS agar kompetisi tersebut tetap berlanjut setelah musim ini.

Artikel Tag: PIF, LIV Golf

Berita Terkait

Berita Terpopuler Minggu Ini

Berita Terbaru