Kanal

Delapan Tahun Usai Terpuruk, Rory McIlroy Bangkit di US Open 2026

Penulis: Abdi Ardiansyah
19 Jun 2026, 22:30 WIB

Rory McIlroy

Berita Golf : Bagi Rory McIlroy, Shinnecock Hills bukan sekadar lapangan golf legendaris. Tempat ini menyimpan kenangan pahit yang turut mengubah arah kariernya dalam beberapa tahun terakhir.

Saat US Open digelar di venue yang sama pada 2018, McIlroy tampil jauh dari harapan. Ia mencatat skor 80 pada putaran pertama dan gagal lolos cut, salah satu hasil terburuk yang pernah dialaminya di turnamen mayor. Kekalahan itu meninggalkan kesan mendalam hingga mendorongnya melakukan evaluasi besar terhadap permainannya.

Kini, pada US Open 2026, McIlroy kembali ke Shinnecock Hills dengan versi yang berbeda. Ia membuka turnamen dengan skor 69 atau satu pukulan di bawah par dalam kondisi angin kencang yang menyulitkan hampir seluruh peserta.

Menurut McIlroy, pengalaman buruk delapan tahun lalu justru menjadi titik balik yang membentuk dirinya saat ini.

Setelah kegagalan tersebut, ia menyadari bahwa gaya bermain agresif yang selama ini menjadi ciri khasnya tidak selalu cocok untuk menghadapi lapangan dengan tingkat kesulitan tinggi seperti US Open. Karena itu, ia mulai mengembangkan pendekatan yang lebih fleksibel dan disiplin.

McIlroy secara bertahap menambahkan variasi pukulan ke dalam repertoarnya. Ia tidak lagi hanya mengandalkan pukulan tinggi dengan draw yang menjadi andalannya sejak muda. Kini ia lebih sering menggunakan pukulan rendah yang mampu menembus angin, termasuk drive dan iron shot yang dirancang khusus untuk kondisi lapangan keras dan berangin.

Perubahan tersebut juga terlihat dari konsistensinya di US Open dalam beberapa tahun terakhir. Sebelum edisi 2026, McIlroy telah membukukan enam finis 10 besar dalam tujuh penampilan terakhir di turnamen tersebut. Statistik itu menunjukkan peningkatan signifikan dibanding periode sebelumnya.

McIlroy mengakui transformasi tersebut mungkin tidak terlihat mencolok dari luar. Namun menurutnya, perubahan terbesar justru terjadi pada cara berpikir dan strategi bermain di lapangan.

Ia kini lebih menghargai pentingnya kesabaran, pengambilan keputusan yang tepat, serta kemampuan mengendalikan risiko dalam situasi sulit. Faktor-faktor itu menjadi kunci untuk bersaing di lapangan klasik seperti Shinnecock Hills.

US Open juga menjadi salah satu target utama McIlroy dalam fase terbaru kariernya. Setelah melengkapi Career Grand Slam, pegolf berusia 37 tahun itu ingin menambah koleksi gelar mayor di lapangan-lapangan bersejarah yang memiliki nilai khusus dalam dunia golf.

Dengan performa solid di hari pertama, Rory McIlroy kembali menegaskan bahwa kegagalan pada 2018 bukan lagi beban. Sebaliknya, pengalaman tersebut telah berubah menjadi fondasi penting yang membantunya berkembang menjadi salah satu pegolf paling komplet di era modern.

Artikel Tag: Rory McIlroy, PGA tour, US Open 2018, shinnecock hills, US Open 2026

Berita Terkait

Berita Terpopuler Minggu Ini

Berita Terbaru