☰
Kanal
✕

Comeback AS di Presidents Cup Jadi Pelajaran Jim Furyk Jelang Ryder Cup

Penulis: Abdi Ardiansyah
28 Sep 2026, 17:28 WIB

Jim Furyk

Berita Golf - Kemenangan dramatis Tim AS pada Presidents Cup 2026 di Medinah Country Club bukan sekadar tambahan trofi bagi Amerika Serikat. Bagi Jim Furyk, hasil tersebut juga menjadi kesempatan penting untuk melihat apa yang dibutuhkan tim sebelum menghadapi Ryder Cup 2027 di Adare Manor, Irlandia.

Tim AS sempat tertinggal 7,5,10,5 menjelang pertandingan tunggal Minggu. Namun, mereka bangkit dengan merebut 9,5 dari 12 poin yang tersedia dan akhirnya menang 17,13. Hasil tersebut menjadi comeback terbesar dalam sejarah Presidents Cup.

Furyk menyaksikan langsung kebangkitan tersebut sebagai salah satu wakil kapten Brandt Snedeker. Ia kemudian akan mengambil alih posisi kapten Tim AS pada Ryder Cup 2027, setelah sebelumnya pernah memimpin Amerika Serikat pada Ryder Cup 2018 di Le Golf National, Prancis.

Salah satu pelajaran terbesar dari Medinah adalah bahwa pertandingan beregu memiliki karakter berbeda dibandingkan turnamen stroke play biasa. Tekanan, atmosfer penonton, serta format pertandingan membuat momentum bisa berubah dengan cepat.

Namun, Furyk juga tidak bisa berharap comeback seperti di Medinah kembali terjadi. Tantangan di Adare Manor akan berbeda. Amerika Serikat belum memenangi Ryder Cup di Eropa sejak 1993, sementara Eropa akan dipimpin Luke Donald yang membawa pengalaman kemenangan pada Ryder Cup 2023 dan 2025.

Furyk pun harus menentukan kombinasi pemain yang tepat, terutama untuk format foursomes yang menggunakan sistem alternate shot. Performa individu di turnamen reguler tidak otomatis menjamin kecocokan dengan pasangan dalam pertandingan beregu.

Pemilihan Jackson Koivun oleh Snedeker menjadi salah satu contoh menarik. Pegolf berusia 21 tahun itu sempat dianggap sebagai pilihan mengejutkan karena mengalahkan kandidat yang lebih berpengalaman, J.J. Spaun. Namun, Koivun membayar kepercayaan tersebut dengan catatan 2-0-1 dan menjadi satu-satunya pemain Amerika yang tidak terkalahkan di Medinah.

JIm Furyk juga bisa melihat bagaimana Snedeker mengelola pemain bintangnya. Scottie Scheffler sempat tidak dimainkan pada sesi foursomes Sabtu sore, tetapi kemudian tampil dalam pertandingan tunggal dan meraih kemenangan.

“Saya selalu belajar dan selalu berusaha mencari cara serta ide baru,” kata Furyk.

Ia juga menyoroti bagaimana para pemain muda Tim AS tampil tanpa gentar. Menurut Furyk, tiga rookie mereka tampil luar biasa sepanjang pekan.

Lebih dari strategi, Furyk ingin para pemain menikmati pengalaman bermain untuk Amerika Serikat. Baginya, kompetisi beregu merupakan salah satu bagian paling berharga dalam kariernya.

Jika Jim Furyk mampu membawa semangat tersebut ke ruang ganti Tim AS, tantangan berikutnya adalah menerjemahkannya ke dalam pasangan yang tepat, persiapan perjalanan ke Irlandia, serta permainan alternate shot. Medinah telah memberi banyak pelajaran, tetapi Adare Manor akan menghadirkan ujian yang jauh berbeda.

Artikel Tag: ryder cup, brandt snedeker, JIm furyk, Presidents Cup

Berita Terkait

Berita Terpopuler Minggu Ini

Berita Terbaru